Baru 9% Pelaku Usaha di Indonesia Memanfaatkan Platform Digital

    Nia Deviyana - 30 November 2021 11:15 WIB
    Baru 9% Pelaku Usaha di Indonesia Memanfaatkan Platform Digital
    Ilustrasi pelaku UMKM yang memasarkan produknya lewat platform digital - - Foto: dok Medcom



    Jakarta: Meski perkembangan teknologi digital sudah pesat, masih banyak pelaku usaha ekonomi kreatif di Indonesia yang belum memanfaatkannya. Bahkan, baru sembilan persen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang memanfaatkan platform digital untuk mempromosikan dan mendistribusikan produk.
     
    Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif RI Norman Sasono mengatakan 83 persen pelaku usaha kreatif juga belum berbadan hukum. Kemudian, 88 persen belum memiliki hak kekayaan intelektual, 92 persen usaha kreatif masih menggunakan modal sendiri dan sebanyak 92 persen usaha kreatif yang berpendapatan rata-rata masih di bawah Rp300 juta per tahun.

    "Pandemi membawa dampak yang luar biasa pada berbagai sektor di Indonesia, masuk di dalamnya adalah sektor ekonomi kreatif. Pada kondisi perubahan yang dinamis atau pola ketidakpastian sebenarnya perlu melakukan terobosan agar dapat terus bertahan dan merebut peluang," kata dia dalam webinar Regional Summit 2021 'Merebut Peluang Investasi Digital di Daerah' dikutip Medcom.id, Selasa, 30 November 2021.

     



    Maka dari itu dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada, dia mengatakan Kemenparekraf telah melakukan berbagai transformasi digital bagi para pelaku ekonomi kreatif dan UMKM, salah satunya melalui program Bangga Buatan Indonesia (BBI).

    Menurut dia, sejak Mei sampai dengan September 2020 tercatat ada 2,4 juta unit UMKM atau tumbuh sebesar 10 persen masuk dalam ekosistem digital. BBI meliputi program pelatihan berjualan online, pelatihan untuk menciptakan konten kreatif sebagai sarana promosi usaha, serta pelatihan dalam membuat kemasan produk yang menarik untuk meningkatkan nilai tambah.

    "Dalam meningkatkan kapasitas dan produk ekonomi kreatif, Kemenparekraf juga memberikan bantuan insentif pemerintah pada 2021 sebesar Rp60 miliar yang diberikan kepada pelaku sektor parekraf, yang meliputi subsektor ekraf, aplikasi digital pengembangan dan permainan fashion, kriya, kuliner, film dan sektor pariwisata," ujar dia.

    Kemudian, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, pada kesempatan tersebut menuturkan masalah tertinggi yang dihadapi oleh para pelaku usaha di daerahnya adalah berkaitan dengan cara menjual produk. Menurut Ganjar, hasil survei yang dilakukan secara kecil-kecilan di Jawa Tengah menunjukkan 52,98 persen pelaku usaha banyak bertanya terkait marketing produk.

    "Yang kedua permodalan itu sekitar 30,24 persen, ya yang lainnya itu soal kemasan, soal izin usaha, izin edar pembukuan dan sebagainya. Jadi kami survei kecil-kecilan," kata dia.

    Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pun memberikan beberapa pelatihan. Menurut Ganjar, UMKM di Jawa Tengah diajarkan terlebih dulu berjualan kecil-kecilan melalui media sosial, lalu baru diperkenalkan masuk ke marketplace.

    Gubernur Ganjar Pranowo dalam membantu pengembangan produk UMKM juga membuka 'Lapak Ganjar' melalui akun Instagram pribadi. Ganjar menuturkan, tujuan daripada Lapak Ganjar adalah mengenalkan kepada pelaku UMKM di Jawa Tengah untuk mulai melek digital dan berharap setelah itu ada investor masuk. 
     
    "Sekarang kegiatan ekstrakurikuler saya melalui Instagram itu dengan Lapak Ganjar. Jadi setiap weekend, setiap minggu saya jualan dan saya terharu juga kemarin ada jual masker penjualannya meningkat, makanan meningkat," tuturnya.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id