comscore

Mentan Puji Kontribusi Pupuk Indonesia Dorong Peningkatan Pertanian

Husen Miftahudin - 10 Mei 2022 16:47 WIB
Mentan Puji Kontribusi Pupuk Indonesia Dorong Peningkatan Pertanian
Mentan Syahrul Yasin Limpo (keempat kiri) dalam kunjungan kerja serta halalbihalal di PT Petrokimia Gresik. Foto Istimewa.
Gresik: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memuji kontribusi PT Pupuk Indonesia dalam meningkatkan sektor pertanian. Menurut dia, Pupuk Indonesia berhasil menjamin ketersediaan pupuk yang dibutuhkan dalam sektor pertanian.

"Dari dua tahun turbulence tidak ada data yang naik, hanya satu sektor saja, ini data BPS (Badan Pusat Statistik), yang naik hanya pertanian. Kenapa? Karena adanya pupuk Petrokimia yang tumbuh," kata Syahrul dalam kunjungan kerja serta halalbihalal di PT Petrokimia Gresik, dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 10 Mei 2022.
Kinerja sektor pertanian yang tumbuh di tengah pandemi covid-19 ini dibuktikan dari kinerja ekspor yang naik 15,79 persen di 2020 dan naik 38,69 persen di 2021. Kinerja sektor pertanian juga terlihat dari data Nilai Tukar Petani (NTP) yang sudah berada di level 109 dari target yang direncanakan dalam APBN di level 104-105.

Dengan kinerja pertanian yang tumbuh, dikatakan Syahrul, bahwa pemerintah berhasil memenuhi kebutuhan komoditas pangan utama seperti beras nasional.

"Impor sudah tiga tahun tidak ada impor beras, orang bilang kalau tidak impor beras akan menjadi bencana, ternyata enggak tuh. Karena ada Pupuk Indonesia dan Petrokimia yang kerja di lapangan," tutur Syahrul.

Meski kinerja pertanian meningkat, ia mengungkapkan bahwa ada beberapa tantangan yang dihadapi Indonesia. Tantangan tersebut mulai dari penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan, perubahan iklim yang ekstrem, hingga perang Rusia-Ukraina yang berdampak pada pasokan bahan baku pupuk.

"Kita menghadapi ancaman dunia yaitu krisis yang berlapis dan semua tentang pangan. Lalu tantangan energi, fosfat jadi mahal, semua impor yang dijadikan pupuk itu bersoal, karena tiba-tiba lagi ada perang, kita banyak tergantung. Kalau begitu kalau kita tidak hati-hati, besok akan bersoal," ungkapnya.

Sementara Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman mengungkapkan bahwa Pupuk Indonesia Grup siap bermitra dengan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pupuk di tengah ancaman perang antara Rusia dengan Ukraina.

Adapun upaya yang akan dilakukan Pupuk Indonesia Grup salah satunya dengan menambah kapasitas produksi. Dia menyebut, kapasitas produksi khusus pupuk NPK saat ini masih sekitar 2,7 juta ton dan akan menambah sekitar 500 ribu ton melalui pabrik yang berada di kawasan Iskandar Muda, Aceh.

"Kami berusaha semaksimum mungkin. Apapun yang terjadi kami bersama-sama untuk menyiapkan pupuk sebanyak-banyaknya sesuai harapan Pak Menteri (Syahrul Yasin Limpo)," kata Bakir.

Selain itu, Bakir juga memaparkan bahwa stok pupuk subsidi dari lini I sampai lini III secara nasional saat ini berjumlah 1,4 juta ton atau setara 137 persen dari ketentuan minimum yang ditetapkan oleh pemerintah.

"Di lini III sendiri terdapat stok sebesar 401.106 ton, angka tersebut secara prosentase sudah 137 persen melebihi dari ketentuan stok minimum yang ditetapkan oleh pemerintah atau cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai tiga minggu ke depan," pungkas Bakir.


(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id