comscore

Menkop UKM Instruksikan Transformasi Digital Koperasi Dipercepat

Antara - 21 Juni 2022 11:30 WIB
Menkop UKM Instruksikan Transformasi Digital Koperasi Dipercepat
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki. FOTO: MI/SUSANTO
Badung: Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki menginstruksikan jajarannya agar mempercepat transformasi koperasi dengan segera mengadopsi teknologi digital. Hal itu dirasa penting guna meningkatkan kinerja, efektivitas, dan efisiensi.

Menurut Teten, saat berbicara di depan jajarannya di Badung, Bali, koperasi perlu mengadopsi teknologi digital demi mengikuti kemajuan zaman dan meningkatkan kinerja sehingga menjadi lebih efektif dan efisien.
"Banyak koperasi jadul, pola pikirnya masih lemah. Saya kira perlu reforma, bagaimana transformasi koperasi dengan mengadopsi teknologi digital,” kata Teten, dalam Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan (Rakortekcan) Bidang Koperasi, UMKM, dan Kewirausahaan, dilansir dari Antara, Selasa, 21 Juni 2022.

Ia menjelaskan penggunaan teknologi digital dapat membantu menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi koperasi, misalnya soal pengelolaan data, peningkatan kinerja, dan masalah kerugian Koperasi Simpan Pinjam (KSP).

Teten menyebut Kemenkop UKM saat ini menangani kerugian senilai Rp26 triliun yang dialami oleh delapan koperasi simpan pinjam. Terkait itu, Kementerian Koperasi dan UKM membentuk satuan tugas (satgas) demi memastikan mereka yang bermasalah menjalankan putusan terkait Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

"Terus terang, jika ini tidak diatasi bisa menjadi bom waktu di kemudian hari sebagaimana yang telah dilakukan Bareskrim dan PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan). Semoga ini berjalan baik,” kata Teten.

Walaupun demikian, ia menyampaikan perlu ada perbaikan dalam sektor pengawasan. Untuk mewujudkan itu, Teten berharap revisi Undang-Undang Perkoperasian dapat jadi perhatian seluruh pihak. Terkait masalah data, MenkopUKM menyampaikan pihaknya masih terpaku pada data statistik UMKM yang lama.

Data yang terbatas itu menyulitkan Kemenkop UKM menyusun program menjadi lebih tepat sasaran.

"Jika kita tidak punya data yang lebih lengkap, kita tidak tahu data yang dibutuhkan UMKM, karena itu pendataan lengkap menjadi prioritas supaya bisa menyusun perencanaan program evaluasi yang lebih presisi dalam menjawab kebutuhan UMKM agar (mereka) bisa naik kelas, dan meningkatkan produktivitas dan kualitas UMKM (bisa) bersaing di masa depan,” pungkasnya.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id