comscore

Meski Banyak Kendala, Proses Geotagging Pos di Lumajang Terus Dikebut

Rosa Anggreati - 20 Juni 2022 09:58 WIB
Meski Banyak Kendala, Proses Geotagging Pos di Lumajang Terus Dikebut
Selain menyalurkan bansos, Kementerian Sosial (Kemensos) menugaskan PT Pos Indonesia (Persero) untuk melengkapi data bansos berupa foto rumah dan geotagging (Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)
Lumajang: Selain menyalurkan bansos, Kementerian Sosial (Kemensos) menugaskan PT Pos Indonesia (Persero) untuk melengkapi data bansos berupa foto rumah dan geotagging. 

"Setelah kita menyalurkan bansos, Kementerian Sosial memberikan tantangan untuk melengkapi data bansos berupa foto rumah dan geotagging. Hal ini diperlukan oleh Kemensos untuk verifikasi dan pembaruan validitas data Keluarga Penerima Manfaat (KPM)," kata Ketua Satgas Bansos Pos Indonesia, Hendrasari.
Proses geotagging dan memotret rumah KPM masih terus dilakukan di sejumlah daerah di Tanah Air. Salah satunya di Lumajang, Jawa Timur. Para petugas juru antar dari Kantor Pos pantang menyerah menunaikan tugas.

"Proses geotagging sehari 60 KPM. Dalam prosesnya banyak problem di jalan. Misalnya, ketidaksesuaian alamat dengan di data, alamat tidak lengkap. Solusinya saya bertanya ke rumah Pak RT/RW," kata Ahmad Hafid, petugas juru antar KCU Kebonrejo, Surabaya, Jawa Timur.

Petugas juru antar lainnya, Dindi Pinus Gumilang dari KCP Candipuro, Jawa Timur, mengungkapkan kesulitan yang ditemui saat melakukan geotagging di rumah KPM.

"Kesulitan geotagging yaitu jarak antar rumah berjauhan, curam, naik turun gunung, daerah terdampak erupsi Gunung Semeru," kata Dindi.

Meski Banyak Kendala, Proses Geotagging Pos di Lumajang Terus Dikebut
(Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)

Dindi menyebutkan para penerima yang ditemuinya sangat layak menerima bantuan karena kondisi yang serba kekurangan.

"Mereka sangat layak menerima bantuan karena kondisi kekurangan, penghasilan tidak menentu, rata-rata mereka pekerjaan sebagai petani kopi yang penghasilannya setahun sekali saat panen," ucapnya.

Sementara itu, KPM dari Surabaya, Badiyus, mengaku senang bisa menerima bantuan dari Kemensos yang disalurkan oleh PT Pos Indonesia. Terlebih orang tuanya sedang sakit diabetes dan stroke sehingga membutuhkan banyak biaya untuk berobat.

Meski Banyak Kendala, Proses Geotagging Pos di Lumajang Terus Dikebut
(Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)

"Saya dapat bansos diambil di Kantor Pos Surabaya. Uang yang diterima utuh tanpa potongan. Uang bansos dipakai untuk membeli kebutuhan sehari-hari," kata Badiyus. 

Ketika ditanya apakah lebih senang menerima bantuan dalam bentuk tunai atau sembako, Badiyus menjawab, "Lebih senang terima bansos dalam bentuk uang karena bisa dipakai untuk beli obat."

Ia pun berharap bantuan dari pemerintah dikucurkan rutin dengan nominal yang lebih daripada saat ini.

"Harapan saya bantuan bisa rutin diterima karena kebutuhan kan setiap hari. Kalau bisa nominal bansos ditambah untuk meringankan beban hidup," katanya.

Tak lupa Badiyus mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diterimanya. "Terima kasih bantuannya Pak Jokowi, Kementerian Sosial, dan PT Pos Indonesia," ucapnya.

(ROS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id