comscore

YLKI Sebut Harga BBM Jenis Pertamax Perlu Disesuaikan, Kenapa?

Antara - 11 Februari 2022 17:30 WIB
YLKI Sebut Harga BBM Jenis Pertamax Perlu Disesuaikan, Kenapa?
Ilustrasi. FOTO: MI/ATET DWI PRAMADIA
Jakarta: Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyatakan rencana penyesuaian harga pertamax memang tak bisa dihindari karena harga minyak dunia terus melambung. Selain itu SPBU swasta sudah beberapa kali menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Memang tak ada pilihan. Kalau tidak disesuaikan, dikhawatirkan justru berdampak terhadap pelayanan kepada konsumen," kata Ketua YLKI Tulus Abadi Tulus, dilansir dari Antara, Jumat, 11 Februari 2022.
Menurut dia, kondisi riil saat ini, dengan harga minyak dunia yang terus melambung membuat Pertamina tak punya opsi lain, kecuali menaikkan harga pertamax. Harga minyak dunia jenis brent misalnya sudah menyentuh level USD91,46 per barel yang merupakan tertinggi sejak 2014.

Bahkan, SPBU swasta sudah beberapa kali menaikkan harga BBM dengan jenis RON 92, lebih tinggi Rp4.000 per liter di atas pertamax yang dijual sekitar Rp9.000 per liter.

"Pertamina tidak mungkin menjual rugi produknya. Dan, saat ini, kerugian Pertamina dari pertamax, yang saya dengar cukup tinggi. Dari sana, ya memang tak ada pilihan. Apalagi, menaikkan harga pertamax merupakan aksi korporasi," ujar Tulus.

Di sisi lain, lanjutnya, saat ini tingkat konsumsi pertamax sudah semakin tinggi, yakni 20 persen dari total konsumsi gasolin. Oleh karena itu, jika Pertamina terus bertahan dengan harga saat ini, tentu kerugian yang dialami BUMN itu semakin membengkak.

Pilihan terbaik bagi konsumen

Menurut dia, pertamax merupakan BBM yang bisa menjadi pilihan terbaik bagi konsumen karena memiliki kandungan oktan lebih tinggi dibandingkan dengan jenis lain.

"Jadi, sebetulnya konsumen diuntungkan kalau pakai pertamax, karena kandungan energinya lebih tinggi sehingga jarak tempuh per liter juga lebih jauh. Misal kalau beli pertamax, satu liter bisa 12 kilometer, tetapi pertalite hanya untuk 10 kilometer, dan premium untuk delapan kilometer,” katanya.

Selain itu, tambahnya, dari sisi lingkungan, dengan tingkat oktan yang tinggi, tentu pembakaran lebih sempurna sehingga bisa mengurangi emisi gas buang. "Dan, saya kira, kalau komit untuk global climate change tentu penggunaan BBM harus semakin baik, yaitu yang semakin baik untuk lingkungan," pungkas Tulus.


(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id