comscore

Demi Tekan Impor LPG, Pemakaian Gas di Jateng dan DIY Diperluas

Annisa ayu artanti - 17 Juni 2022 11:16 WIB
Demi Tekan Impor LPG, Pemakaian Gas di Jateng dan DIY Diperluas
Jaringan gas bumi PGN. Foto: dok PGN/Pertamina.
Jakarta: Subholding Gas Pertamina, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) kembali memperluas pemakaian bahan bakar gas bumi untuk sektor rumah tangga dan pengusaha komersial di wilayah Jawa Tengah khususnya di wilayah bagian selatan seperti Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, Klaten, Gunung Kidul, Kebumen, Cilacap, Karang Anyar, Sukoharjo, Purworejo, Kabupaten dan Kota Magelang.

Direktur Sales dan Operasi PGN Faris Aziz menjelaskan, pemanfaatan gas bumi memiliki banyak keunggulan. Pertama adalah lebih praktis, karena gas disalurkan menggunakan pipa sehingga lebih hemat tempat dan praktis untuk digunakan. Apabila pelanggan berlokasi jauh dari jalur pipa distribusi gas bumi, PGN dapat melayani menggunakan moda nonpipa yaitu Compressed Natural Gas (CNG) atau Liquefied Natural Gas (LNG).
Kedua, pasokan gas bumi selalu tersedia dengan kualitas terjamin, sehingga pelanggan tidak perlu khawatir kehabisan gas karena gas bumi tersedia 24 jam tujuh hari. Pembayaran pemakaian jargas juga praktis yang dapat dilakukan secara online.

"Selama pemakaian, pengukurannya tercatat akurat pada sistem secara otomatis dan gas yang dipakai itulah yang dibayarkan. Jadi pembayaran gas cukup satu kali sebulan di rentang tanggal 6 sampai 20, sesuai dengan jumlah pemakaian yang tercatat pada sistem," ujar Faris, dalam keterangan tertulis, Jumat, 17 Mei 2022.

Dari segi harga, Faris menjelaskan dengan menggunakan gas bumi, pelanggan bisa menghemat 20 hingga 25 persen dibandingkan menggunakan gas tabung.

"Peralatan yang dipakai pada jargas juga terjamin aman dan lengkap, karena peralatan jaringan pipa sudah sesuai dengan standar dan dipasang oleh teknisi yang bersertifikat. Selain itu, kami melakukan pemeliharaan jaringan secara rutin, demi kenyamanan pengguna," jelas Faris.

Ia menuturkan, PGN memiliki produk Gaslink sebagai salah satu moda penyaluran gas bumi dalam bentuk CNG melalui moda nonpipa untuk sektor komersial seperti rumah makan, industri, hotel, pusat perbelanjaan, rumah sakit, dan perkantoran.

Dari sisi kandungannya, gas bumi merupakan bahan bakar fosil dengan komponen terbesar adalah metana (CH4) sebesar 92 persen. Gas bumi adalah salah satu bahan bakar teraman, terbersih dan ramah lingkungan, karena menghasilkan lebih sedikit polusi daripada sumber bahan bakar fosil lain seperti minyak bumi dan batu bara.

PGN menargetkan dapat membangun sebanyak empat juta sambungan rumah (SR) pada 2024. Program jargas juga merupakan program strategis nasional dan bagian dari nawa cita Presiden Indonesia untuk mewujudkan kedaulatan energi.

"Dengan perhitungan satu juta SR per tahun, jargas dapat mengurangi impor LPG sebesar 144 juga kg per tahun, penghematan belanja rumah tangga, mengurangi polusi, dan mendukung pertumbuhannya," ujarnya.

Sementara itu, ia juga menambahkan, dalam pembangunan jargas juga dapat menciptakan lapangan kerja bidang keproyekan maupun tenaga operasional dan menyerap 83 ribu tenaga kerja.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id