comscore

Dukung SDM dengan Pelatihan Ilmu Logistik Pelabuhan

Arif Wicaksono - 22 Desember 2021 20:53 WIB
Dukung SDM dengan Pelatihan Ilmu Logistik Pelabuhan
Logistik. foto : MI.
Jakarta: Keahlian Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni diperlukan dalam menghadapi era industri 4.0. Pendidikan bidang teknologi dan pengetahuan logistik menjadi hal penting yang tak bisa dilepaskan.

Hal ini disadari PT Jakarta International Container Terminal (JICT) yang menghadirkan sekolah hijau (Green Dock School) sebagai inisiatif untuk meningkatkan kemampuan anak-anak Indonesia di bidang bahasa, teknologi hijau dan pengetahuan logistik sebagai bagian dari ekosistem pelabuhan.
"Jadi kita renovasi sekolah, perpustakaan, bikin lab komputer dan bahasa Inggris sekaligus membuat kurikulum teknik logistik kepelabuhanan dengan sentuhan gerakan hijau global," ujar Direktur Utama JICT Ade Hartono dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 22 Desember 2021.

Menurut Ade, Green Dock School adalah program adopsi yang sudah diimplementasikan secara global di beberapa pelabuhan dunia oleh Hutchison Ports. Sehingga dengan pola benchmarking yang sudah berhasil ini diharapkan tercipta sustainabilitas kehidupan warga sekitar pelabuhan.

Dia menyampaikan visi besar JICT agar masa depan anak-anak Indonesia dapat lebih berdaya lewat pendidikan yang terstandarisasi internasional.  

"Kita inginnya anak-anak di Jakarta Utara bisa lebih berdaya dan mandiri dengan adanya green dock school. Mereka generasi penerus bangsa dan JICT memiliki andil besar dalam membentuk masa depan mereka yang lebih baik,” ujar Ade.

Menurut Ketua Yayasan Pendidikan Jakarta Utara (Dikantara) Ridho Dermawan, jurusan Teknik Logistik di Green Dock School JICT, menjadi  upaya dalam menciptakan tenaga terampil di bidang logistik pelabuhan.

"Saat ini belum ada satupun program Teknik Logistik di Jakarta. Maka inisiatif JICT ini akan menciptakan para lulusan yang bisa terserap di dunia kepelabuhanan,” kata Ridho.

Supply Chain Indonesia (SCI) menyatakan  perlu  membangun kompetensi SDM indonesia di bidang logistik. Chairman SCI Setijadi mengatakan  pengembangan kompetensi SDM menjadi salah satu upaya mengatasi masalah standarisasi dalam operasional logistik.

"Dua masalah lainnya adalah standarisasi proses dan standardisasi teknologi. Ketiga masalah standarisasi itu sangat memengaruhi kualitas dan kompetensi logistik Indonesia," tuturnya.
 
Menurut Logistics Performance Index (LPI) 2018, Logistics Quality & Competence Indonesia pada peringkat lima di antara negara-negara ASEAN dengan skor 3,10. Peringkat Indonesia di bawah Singapura (skor 4,10), Thailand (3,41), Vietnam (3,40), dan Malaysia (3,30).

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id