comscore

Lampaui Target, Penyetoran Pajak Hulu Migas Tembus Rp69,16 Triliun

Desi Angriani - 21 Desember 2021 10:20 WIB
Lampaui Target, Penyetoran Pajak Hulu Migas Tembus Rp69,16 Triliun
Ilustrasi. FOTO: Kementerian ESDM
Jakarta: SKK Migas mencatat kontribusi pajak sektor hulu migas mencapai 106,85 persen atau sebesar Rp69,16 triliun netto hingga 19 Desember 2021. Setoran pajak tersebut sudah melampaui target pemerintah yang ditetapkan sebesar Rp64,7 triliun.

"Pelampauan target setoran pajak hulu migas ke negara, sekali lagi menunjukkan industri hulu migas tidak ada henti-hentinya terus memberikan kontribusi dan turut serta menopang pembangunan," kata Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas A Rinto Pudyantoro, dalam keterangan resminya, Selasa, 21 Desember 2021.

Berikut rincian setoran pajak hulu migas:

  • PPh Migas sebesar Rp52,49 triliun (surplus 14,7 persen dari target).
  • PBB Migas dan sektor lainnya sebesar Rp7,7 triliun (surplus 11,72 persen dari target).
  • PPh Nonmigas Rp5,8 triliun.
  • PPN dan PPnBM sebesar Rp3,1 triliun.
  • Pajak lainnya sebesar Rp0,036 triliun (surplus 0,27 persen dari target).
Ia menambahkan kontribusi hulu migas dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga melalui hasil pengelolaan minyak dan gas yang ditetapkan. Adapun target penerimaan negara pada APBN 2021 sebesar USD7,28 miliar sedangkan penerimaan negara bukan pajak dari industri hulu migas sudah mencapai USD12,55 miliar atau setara Rp182 triliun dan mencapai 172 persen.
"Prognosa kami, sampai akhir 2021 penerimaan negara dari sektor hulu migas akan mencapai sekitar USD13,92 miliar atau setara dengan Rp202 triliun," ujar Rinto.

Operasional hulu migas tetap optimal

Menanggapi capaian setoran pajak hulu migas, IPA Finance & Tax Committee Hendra Halim mengatakan, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan dukungan dari SKK Migas terus melakukan berbagai upaya agar operasional hulu migas tetap optimal.

"Kami berharap di 2022 dan seterusnya, agar cooperative compliance dan iklim investasi di industri hulu migas dapat terus ditingkatkan untuk menarik masuknya investasi. Jika hal ini dapat direalisasikan dengan baik, maka kontribusi pajak dari sektor hulu migas akan lebih besar lagi," kata Hendra.

Kepala Kantor Pelayanan Pajak Migas Muh. Tunjung Nugroho pun mengapresiasi kontribusi pajak dari sektor hulu migas lantaran memberikan porsi terbesar bagi penerimaan negara.

“Hulu migas masih tetap menjadi andalan penerimaan negara, termasuk didalamnya adalah pajak. Kami tentu berharap industri hulu migas dapat berkelanjutan sehingga dapat terus memberikan kontribusinya dalam pembangunan nasional," pungkas Tunjung. 

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id