comscore

Anggota DPR Usul Formula Harga DMO Batu Bara Diubah

Annisa ayu artanti - 13 Januari 2022 15:05 WIB
Anggota DPR Usul Formula Harga DMO Batu Bara Diubah
Ilustrasi pekerja di tambang batu bara - - Foto: dok AFP
Jakarta: Anggota Komisi VII DPR-RI Fraksi Gerindra Kardaya Warnika mengusulkan formula harga DMO (Domestic Market Obligation) batu bara diubah. Pasalnya, harga yang ditetapkan sebesar USD70 per ton saat ini memicu terjadinya krisis bahan bakar primer pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) PLN dan IPP.

Jika harga batu bara naik di atas USD70 per ton, secara alamiah perusahaan batu bara lebih memilih menjualnya ke luar negeri. Namun ketika harga batu bara sedang jatuh perusahaan batu bara mendekat ke PLN demi mendapatkan harga yang lebih baik.

"Untuk itu saya mengusulkan untuk DMO formulanya diganti. Tidak ada dipatok, tetapi sekian persen dari harga market," ungkap Kardaya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Kementerian ESDM, Kamis, 13 Januari 2022.
Ia menambahkan pembentukan persentase dari harga market akan menciptakan harga yang lebih menarik bagi perusahaan. Ia pun mengusulkan harga DMO batu bara lebih rendah 25 persen dari harga market.

"Jadi kalau harga marketnya tinggi ya DMO-nya tinggi. Tapi masih tetap di bawah harganya. Kalau marketnya turun dia turun. Mungkin clearnya seperti 25 persen lebih rendah dari market," terang dia.

Namun demikian, Kardaya melanjutkan usulan ini masih mentah dan bisa didiskusikan lebih detil agar fenomena krisis batu bara tidak lagi terulang.

"Dengan demikian tidak ada lagi masalah kalau harga tinggi itu nanti lari, kalau harga rendah berbondong-bondong mendekati PLN. Kalau menurut saya pakai formula," tukasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sempat mengatakan kedepannya PLN akan membeli batu bara sesuai dengan harga pasar. Opsi dikeluarkan sebagai upaya agar persoalan pasokan batu bara yang sempat menipis tidak terjadi lagi.

"Jadi akan dibentuk BLU (Badan Layanan Usaha). BLU akan bayar ke PLN sehingga PLN membeli secara market price, sehingga tidak ada lagi nanti pasokan  terganggu," kata Luhut beberapa hari lalu.


(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id