Kemenkeu Bangun Dua Gedung Kuliah dengan Dana SBSN

    Daviq Umar Al Faruq - 05 Maret 2020 17:49 WIB
    Kemenkeu Bangun Dua Gedung Kuliah dengan Dana SBSN
    Ilustrasi. Foto: Istimewa
    Malang: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) membangun dua gedung kuliah dan laboratorium di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, Malang, Jawa Timur. Pembangunan menggunakan pembiayaan dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

    Dana yang digelontorkan sebanyak Rp50,31 miliar untuk membangun gedung kuliah dan laboratorium program studi Pendidikan Dokter pada 2016. Selain itu, Kemenkeu juga mengeluarkan dana sebesar Rp30,56 miliar untuk membangun gedung kuliah dan laboratorium program studi Farmasi dan Profesi Apoteker pada 2018.

    Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Luky Alfirman mengatakan pembiayaan SBSN untuk gedung perkuliahan di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) rutin dilakukan sejak 2015 dengan akumulasi nilai pembiayaan sampai dengan 2019 mencapai Rp4,79 Triliun.

    "Total sebanyak 54 PTKIN dari total 57 telah mendapatkan pembiayaan dari SBSN secara bergantian setiap tahun," katanya saat mengunjungi UIN Malang dalam rangkaian kegiatan InFest 2020 (an Inclusive Festival by DJPPR), Kamis 5 Maret 2020.

    Luky menyebutkan pembiayaan proyek melalui SBSN merupakan sinergi kebijakan antara Kemenkeu, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Kementerian/Lembaga untuk membiayai proyek-proyek atau kegiatan prioritas dengan menggunakan dana yang bersumber dari pasar keuangan melalui instrumen surat berharga negara yang berbasis syariah.

    SBSN diterbitkan oleh Pemerintah sejak 2008. Total pembiayaan proyek SBSN pada periode 2013-2020 sebesar Rp118,26 triliun dengan jumlah proyek sebanyak 2.939 di delapan Kementerian/Lembaga dan tersebar di 34 provinsi.

    “Kami di DJPPR sebagai pemilik instrumen SBSN, akan senantiasa terbuka untuk kerja sama dan koordinasi dengan seluruh pihak dalam kaitannya dengan pelaksanaan proyek SBSN ini," bebernya.

    Luky menambahkan berbagai kemudahan dan fleksibilitas dalam pelaksanaan proyek SBSN tersebut sengaja didesain oleh Kemenkeu dan Bappenas untuk mendukung proses bisnis pelaksanaan proyek yanh sederhana, mudah, dan aman bagi seluruh pihak yang terlibat.

    "Kami pastikan bahwa seluruh jajaran Kementerian Keuangan dan juga rekan-rekan di Bappenas memiliki semangat yang sama dan komitmen yang kuat untuk secara bersama-sama mendorong kinerja dan kualitas pelaksanaan proyek dengan instrumen SBSN ini," pungkasnya.




    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id