Pendapatan Usaha Holding RS BUMN Diproyeksi Capai Rp4,5 Triliun

    Ade Hapsari Lestarini - 10 Agustus 2020 08:15 WIB
    Pendapatan Usaha Holding RS BUMN Diproyeksi Capai Rp4,5 Triliun
    Direktur Utama Pertamedika IHC Fathema Djan Rachmat. Foto: dok Pertamina.
    Jakarta: Secara konsolidasi, holding rumah sakit RS BUMN diestimasikan memiliki pendapatan usaha mencapai Rp4,5 tilliun dengan total aset mendekati Rp5 triliun.

    Pembentukan holding rumah sakit BUMN yang memasuki fase dua ini telah meningkatkan jumlah rumah sakit yang akan dikelola di dalam grup Indonesia Healthcare Corporation (IHC) dari yang sebelumnya mengelola 14 rumah sakit, menjadi total 35 rumah sakit.

    "Serta akan terus bertambah setelah selesainya implementasi roadmap Holding RS BUMN," tutur Menteri BUMN Erick Thohir dalam keterangan resminya, Senin, 10 Agustus 2020.

    Dengan adanya penggabungan ini maka akan diterapkan standarisasi kualitas dan operasional layanan di seluruh jaringan rumah sakit BUMN. Tak hanya itu integrasi rumah sakit BUMN ini akan meningkatkan fokus bisnis dan kualitas pelayanan kesehatan serta menjadikannya pemimpin pasar dalam bisnis rumah sakit di Indonesia.

    "Saya harap Rumah Sakit BUMN dapat saling bekerja sama, membangun ekosistem kesehatan yang baik dengan rumah sakit-rumah sakit swasta, daerah, dan tentunya memprioritaskan produk-produk dalam negeri. Saya yakin, InsyaAllah dengan adanya langkah-langkah peningkatan dan penguatan RS BUMN ini, dampak virus korona terhadap Indonesia dapat kita lalui bersama," tegas Erick.

    Direktur Utama Pertamedika IHC Fathema Djan Rachmat menambahkan fase dua holding rumah sakit BUMN ini akan berlanjut ke fase tiga. Pada fase tiga, pihaknya akan menyatukan seluruh RS BUMN, sehingga nantinya Pertamedika IHC akan mengelola sebanyak 70 rumah sakit dengan jumlah tempat tidur mencapai 6.500.

    Pembentukan jaringan rumah sakit terbesar nomor satu di Indonesia ini dimaknai sebagai strategi Pertamedika IHC untuk membangun kualitas layanan dan membangun efisiensi yang lebih baik, sehingga kita bisa berkontribusi dalam membangun ketahanan kesehatan nasional.

    "Tak cukup sampai di situ, kami juga akan membangun digitalisasi teknologi layanan untuk industri 4.0 yang akan menjadi energi baru untuk Pertamedika IHC dalam menghadirkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan tentunya menjadikan Pertamedika IHC mampu berkompetisi secara global," jelasnya.

    Pertamedika IHC merupakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang bergerak dibidang layanan kesehatan. Beberapa rumah sakit unggulan yang dimiliki di antaranya adalah Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) yang memiliki akreditasi RS Kepresidenan, Rumah Sakit Pertamina Balikpapan, serta Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ) yang saat ini menjadi salah satu rumah sakit rujukan covid-19 di wilayah Jakarta. Sejak 2017 berdasarkan keputusan Menteri BUMN, Pertamedika IHC ditunjuk menjadi operatorship holding Rumah Sakit BUMN.

    Dengan jaringan layanan kesehatan mulai dari rumah sakit hingga klinik yang tersebar di seluruh Indonesia, Pertamedika IHC hadir dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang lebih baik dan hingga saat ini Pertamedika IHC telah memenuhi layanan kesehatan baik untuk pegawai BUMN maupun masyarakat luas.

    "Kedepannya Pertamedika IHC akan selalu menghadirkan pelayanan yang optimal guna memberikan nilai tambah yang lebih baik bagi Indonesia," pungkas dia.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id