Industri Manufaktur Diminta Tetap Tancap Gas

    Ilham wibowo - 10 September 2020 20:06 WIB
    Industri Manufaktur Diminta Tetap Tancap Gas
    Ilustrasi industri manufaktur - - Foto: Antara/ Umarul Faruq
    Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita meminta industri manufaktur tetap beroperasi selama pandemi covid-19. Beroperasinya sektor ini dapat menjaga kelangsungan perusahaan dan tenaga kerja serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

    "Langkah pemerintah dalam melakukan mitigasi di Industri manufaktur di saat pandemi ini sudah sesuai," kata Agus saat membuka Diklat SDM Unggul Indonesia Maju secara virtual di Jakarta, Kamis, 10 September 2020.

    Menurut Agus, perusahaan pemegang Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) yang dikeluarkan Kemenperin terbukti bisa menahan laju penurunan ekonomi RI yang lebih dalam. Meskipun terus tertekan pandemi covid-19, iklim usaha di Tanah Air perlu dijaga sekuat tenaga agar tetap bergairah.

    "IOMKI telah terbukti dapat membantu perekonomian agar tidak terpuruk terlalu dalam. Artinya aktivitas sektor industri didorong untuk tetap dilaksanakan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang sangat ketat. Upaya ini selain menggeliatkan kembali sektor industri dan usaha, juga sekaligus agar tenaga kerja tidak semakin banyak di-PHK atau dirumahkan," paparnya.

    Penerbitan IOMKI juga memengaruhi Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia di Agustus 2020 yang berada pada level 50,8 atau menandakan sedang ekspansif karena melampaui ambang ekspansi 50,0. Angka tersebut bahkan jadi yang tertinggi sejak wabah muncul di Indonesia.

    Pada periode Januari-Juli 2020, industri manufaktur tercatat berkontribusi sebesar 79,94 persen terhadap total ekspor nasional sebesar USD90,11 miliar. Sementara total impor Indonesia pada periode yang sama sebesar USD81,37 miliar mencakup komponen bahan baku penolong, barang modal dan barang konsumsi yang diperlukan untuk keberlangsungan industri itu sendiri.

    "Capaian ini harus kita jaga dan harus terus ditingkatkan dengan tetap fokus dan kerja keras dalam upaya pemulihan ekonomi nasional dibarengi menjaga protokol kesehatan," ujar dia.

    Pernyataan Agus ini berbeda dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies sebelumnya menyebut pembatasan sosial bersekala besar (PSBB) total berlaku mulai Senin, 14 September 2020. Akan tetapi beberapa aktivitas lain masih diperbolehkan meski dengan pembatasan.

    Sebanyak 11 sektor yang masih bisa beroperasi adalah bidang kesehatan, bahan pangan, energi, komunikasi dan teknologi informatika, keuangan, dan logistik, bidang usaha perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar atau industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional, dan industri yang bergerak memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    Operasional selain sebelas bidang usaha tersebut harus dilakukan di rumah. Anies memastikan izin pengecualian dari Kementerian Perindustrian tak berlaku.


    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id