Transformasi Digital Diyakini Percepat Pengembangan UMKM

    Husen Miftahudin - 30 Juni 2020 14:33 WIB
    Transformasi Digital Diyakini Percepat Pengembangan UMKM
    Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto - - Foto: Medcom
    Jakarta: Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pandemi covid-19 menjadi momentum bagi pemerintah untuk mempercepat transformasi digital.

    Pasalnya, selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), infrastruktur dan layanan digital terbukti menjadi tulang punggung berbagai kegiatan produktif, seperti bekerja, berjualan, dan belajar dari rumah.

    "Dengan adanya pandemi ini, transformasi digital menjadi suatu keharusan. Migrasi dari offline ke online adalah sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat. Berbagai negara pun, mendorong digitalisasi ekonomi agar tidak ketinggalan," ujar Airlangga acara peluncuran program Digitalisasi Jutaan UMKM Indonesia oleh Grab di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2020.

    Menurut Airlangga, transformasi digital tidak saja meningkatkan efisiensi dan produktivitas, tapi juga mendorong inklusivitas. Pemerintah pun berkomitmen menciptakan lingkungan berusaha yang nyaman bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk berbisnis secara daring (online). Pendampingan dan pelatihan secara konsisten dan berkelanjutan juga diperlukan agar UMKM dapat bertahan dan berkembang dalam ekosistem digital.

    "Tentu dengan digitalisasi, jumlah rantai pasokan akan semakin berkurang sehingga akan tercapai efisiensi. Seperti warung sembako berbasis online, itu juga harus diapresiasi dan kita berharap akan semakin banyak yang serupa," terangnya.

    Pemerintah pun mendorong agar belanja daring (e-commerce) dapat menjadi instrumen pemerataan ekonomi. Walaupun sebagian besar masyarakat dapat mengadopsi digital dengan mudah, masih ada kelompok lain yang belum dapat mengakses atau memanfaatkan layanan digital.

    "Pemerintah akan mendorong cost dari digitalisasi ini bisa semakin murah. Harga dari smartphone juga diharapkan akan lebih terjangkau, dengan demikian lebih banyak lagi orang yang bisa menggunakan smartphone," tutur Airlangga.

    Seperti diketahui, pandemi covid-19 yang melanda 216 negara telah memberikan tekanan pada perekonomian. Sebagai upaya penanganannya, dana sekitar Rp695 triliun telah disiapkan pemerintah. Untuk pengendalian pandemi kesehatan sebesar Rp87,5 trililun dan pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp607,5 triliun.

    Pemerintah pun terus mengawal masa transisi PSBB menuju tatanan kenormalan baru (new normal) agar gelombang kedua (second wave) puncak penyebaran covid-19 tidak terjadi, serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

    "Pemerintah mempersiapkan agar situasi new normal ini bisa dioptimalkan antara pencegahan penyebaran virus (safeguard our lives) dan penyelamatan perekonomian (safeguard our livelihoods)" pungkas Airlangga.




    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id