RI Pasok Kebutuhan Pangan Ajang Olahraga Dunia

    Media Indonesia - 22 Juni 2020 08:17 WIB
    RI Pasok Kebutuhan Pangan Ajang Olahraga Dunia
    Atase Pertanian Kedutaan Besar Republik Indonesia Tokyo Sri Nuryanti. Foto: dok Kementan.
    Jakarta: Indonesia akan menjadi salah satu negara kontributor bahan makanan dan minuman di ajang olahraga dunia Tokyo Olympic and Paralympic Games 2020.

    "Pihak Indonesia, yang diwakili oleh KBRI sebelumnya melakukan serangkaian pertemuan yang dimulai awal 2019 lalu. Kami bertemu Direktur Sustainability Operation, the Tokyo Organising Committee of the Olympic and Paralympic Games untuk mempromosikan dan meyakinkan sejumlah produk pertanian asal Indonesia yang telah dipasarkan di Jepang," jelas Atase Pertanian Kedutaan Besar Republik Indonesia Tokyo Sri Nuryanti, dikutip dari Media Indonesia, Senin, 22 Juni 2020.

    Upaya agar Indonesia bisa memasok bahan baku makanan dan minuman dalam penyelenggaraan Olimpiade, menurut Sri tidak mudah. Selain sebagai negara yang menerapkan standar keamanan pangan tertinggi di dunia, Jepang pun mengusung isu pembangunan pertanian berkelanjutan dalam pengadaan bahan makanan dan minuman untuk acara olahraga dunia tersebut.

    "Karena itu promosi dan setiap argumentasi yang kami berikan layaknya pertandingan dalam Olimpiade itu sendiri, untuk menjadi pemenang dan merebut hati the Tokyo Organising Committee of the Olympic and Paralympic Games," ungkap Sri.

    Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sebelumnya menegaskan ekspor komoditas pertanian di saat pandemi covid-19 harus bisa lebih menggeliat. Menurutnya, ekspor menunjukkan komoditas pertanian tidak mengenal pantangan apapun dan harus tetap tersedia sebab seluruh dunia tetap membutuhkan makan, di antaranya komoditas rempah seperti pala, cengkeh, dan lainnya.

    "Di saat covid-19 seperti ini, kita buktikan bahwa pertanian itu tidak boleh berhenti. Kita tidak boleh kehilangan kesempatan untuk siapkan pangan," kata Syahrul.

    Berbekal bahan dari Sekretariat Komisi ISPO, Atase Pertanian menyodorkan sejumlah dokumen untuk meyakinkan the Tokyo 2020 bahwa minyak sawit Indonesia merupakan produk yang tidak saja memperhatikan namun juga telah memenuhi aspek keberkelanjutan.

    "Kami siapkan semua," ujar dia singkat.

    Dia menjelaskan persiapan itu mulai dari salinan Permentan Nomor 11 tahun 2015 tentang Sistem Sertifikasi Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Indonesian Sustainable Palm Oil Certification System /ISPO) dalam Bahasa Inggris; rincian nama, unit sertifikasi, lokasi, perusahaan, area tertanam, produksi crude palm oil (CPO), dan lembaga sertifikasi dari 457 perusahaan perkebunan yang telah memperoleh sertifikat ISPO; dan 25 lembar contoh sertifikat ISPO yang telah diterima para perusahaan perkebunan disampaikan Atase Pertanian kepada the Tokyo 2020.

    Setelah melakukan desk review, gayung pun bersambut, the Tokyo 2020 mulai mendalami lebih jauh sertifikat ISPO untuk minyak sawit Indonesia.

    "Atas dukungan dan perjuangan yang sudah dilakukan akhirnya berbuah manis, the Tokyo 2020 mengakui Sertifikat ISPO sebagai satu dari 19 sertifikasi yang telah memenuhi Kode Sumber yang Berkelanjutan dalam pengadaan bahan baku untuk kayu, kertas, produk pertanian dan peternakan, pisang, kedelai, produk perikanan, serta minyak sawit untuk penyelenggaraan Tokyo Olympic and Paralympic Games 2020," ungkap Sri.

    Walaupun pelaksanaan Tokyo Olympic and Paralympic Games 2020 ditunda, semula akan diselenggarakan 24 Juli-9 Agustus 2020, menjadi 23 Juli-8 Agustus 2021 karena pandemi covid-19, Sri mengaku optimistis bahwa capaian ini memberi harapan bagi Indonesia dalam melanjutkan perjuangan diplomasi sawit tidak saja di Jepang, namun juga di kancah dunia.

    "Ketika Jepang bisa menerima suatu produk dari Indonesia, separuh negara di dunia akan melakukan hal yang sama karena standar yang diterapkan Jepang sangat tinggi," tuturnya.

    Pengakuan the Tokyo 2020 menurutnya menjadi berkah dan penyemangat Pemerintah Republik Indonesia dalam memperoleh pengakuan dari Pemerintah Jepang terhadap sertifikat ISPO minyak sawit Indonesia sebelum pemberlakukan skema Feed-in Tariff pada pengadaan bahan baku bahan bakar terbarukan mulai 1 April 2021 nanti.

    The Tokyo Organising Committee of the Olympic and Paralympic Games merupakan komite yang dibentuk oleh Komite Olimpiade Jepang (Japan Olympic Committee) bersama Pemerintah Metropolitan Tokyo sejak 24 Januari 2014 sebagai yayasan untuk mengelola kepentingan umum dan menjadi satu-satunya organisasi yang diakui Pemerintah Jepang untuk menyelenggarakan Olimpiade. Oleh karena itu, pengakuannya cukup mewakili pendapat umum.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id