Ekonomi dan Pertahanan Negara Harus Saling Melengkapi

    Ilham wibowo - 08 Juli 2020 11:25 WIB
    Ekonomi dan Pertahanan Negara Harus Saling Melengkapi
    Foto: dok MI.
    Jakarta: Mantan Sekjen Kementerian Pertahanan (Kemhan) Laksdya TNI Purn. Agus Setiadji menilai sektor ekonomi dan pertahanan mesti saling melengkapi. Sinergi keduanya akan menjaga dan meningkatkan daya saing bangsa di kancah internasional.

    "Kedua disiplin ilmu tersebut bisa saling melengkapi bagi eksistensi suatu negara dalam persaingan di dunia," kata Agus dalam peluncuran bukunya berjudul 'Ekonomi Pertahanan Menghadapi Perang Generasi Keenam' secara virtual, Selasa, 7 Juli 2020.

    Menurutnya, pertahanan yang kuat membutuhkan kekuatan ekonomi yang baik. Begitu pula sebaliknya, kekuatan ekonomi membutuhkan stabilitas keamanan agar target pertumbuhan bisa tercapai.

    "Kemajuan ekonomi nasional tidak mungkin dicapai apabila pertahanan rapuh, pertahanan negara memengaruhi keamanan nasional  dan stabilitas ekonomi nasional, sedangkan kualitas ekonomi akan menghasilkan kesejahteraan," ungkapnya.

    Ia menilai ekonomi pertahanan bagian dari perekonomian nasional perlu dikelola dengan baik berkaitan dengan keterbatasan, efisiensi anggaran dan prioritas kebutuhan. Ekonomi pertahanan juga merupakan  cara terbaik dari alokasi berbagai sumber daya nasional dalam memenuhi kebutuhan akan rasa aman dari ancaman.

    "Kesiapan militer, material-material strategis, dan kebijakan industri pertahanan juga pengadaan, akuisisi, dan analisis kontrak-kontrak pertahanan," tuturnya.

    Agus menambahkan bahwa Pemerintah harus mampu mengendalikan peredaran senjata di negaranya, membatasi impor senjata, meningkatkan kualitas hasil produksi agar kompetitif. Kemudian memberikan peluang yang sama antara BUMN dan industri swasta nasional.

    "Pemerintah bisa menciptakan yang tidak menganggap pertahanan itu sebagai biaya, tetapi bisa dipandang sebagai industri yang bisa mendatangkan devisa," tuturnya.

    Sementara itu, Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid sepakat menyatakan pertahanan dan ekonomi harus berjalan secara beriringan agar memiliki pertahanan yang kuat. Sehingga, negara bisa aman dari ancaman eksternal.

    "Pertahanan dan ekonomi harus berjalan beriringan. Ekonomi yang sehat akan mendukung peningkatan pertahanan negara," kata Meutya.

    Politikus Partai Golkar ini berpendapat bahwa Indonesia memang masih jauh dalam pemenuhan kebutuhan pertahanan negara lantaran perekonomian Indonesia yang belum bagus seperti Tiongkok. Akan tetapi arah menuju pemenuhan pertahanan negara terus diupayakan oleh pemerintah Indonesia, seperti pemenuhan kekuatan pokok minimum atau minimum essential force (MEF).



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id