RUU Ciptaker Buka Ruang Investasi Sektor Pertanian

    Achmad Zulfikar Fazli - 03 Juli 2020 02:23 WIB
    RUU Ciptaker Buka Ruang Investasi Sektor Pertanian
    Ilustrasi pertanian. MI/Immanuel.
    Jakarta: Keberadaan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja dinilai bakal membuka peluang investasi di sektor pertanian. Hal ini tentu berdampak positif bagi petani.

    Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Felippa Ann Amanta menjelaskan RUU Ciptaker akan menghapus peraturan yang selama ini memberatkan masuknya investasi. Menurut Asian Development Bank, investasi pertanian di Indonesia masih kebanyakan berasal dari kelompok petani sendiri, sedangkan nilai investasi swasta sangat rendah. Investasi asing hanya 0,01 persen dari total investasi swasta yang dikucurkan untuk pertanian.

    "Regulasi yang berlaku selama ini tidak ramah terhadap investasi di sektor pertanian, salah satunya di subsektor hortikultura yang diatur dalam UU Nomor 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura," kata Felippa, Kamis, 2 Juli 2020.

    Menurut dia, Pasal 33 UU Hortikultura membatasi penggunaan sarana hortikultura dari luar negeri, dan mensyaratkan keharusan untuk mengutamakan sarana yang mengandung komponen hasil produksi dalam negeri.

    Pasal 100 di UU yang sama membatasi penanaman modal asing hanya untuk usaha besar hortikultura dengan jumlah modal paling besar 30 persen. Penanam modal asing juga wajib menempatkan dana di bank dalam negeri sebesar kepemilikan modalnya.

    "Persyaratan dalam peraturan-peraturan ini tentunya membuat investor berpikir dua kali untuk masuk ke subsektor hortikultura Indonesia," kata Felippa.

    Baca: Pemerintah Diminta Memperhatikan Sektor Pertanian Selama Pandemi

    Dalam RUU Ciptaker, peraturan-peraturan ini diganti dengan yang lebih ramah terhadap masuknya investasi. Pasal 34 RUU Cipta Kerja merevisi Pasal 33 UU Hortikultura untuk mengundang sarana hortikultura dari dalam dan/atau luar negeri.

    Selain itu, Pasal 100 UU Hortikultura kini menyatakan bahwa pemerintah mendorong penanam modal dalam usaha hortikultura. Hal serupa juga didapati di sektor perkebunan dan pertanian lebih umumnya.

    "Masuknya investasi dan sarana luar negeri ini bisa dimanfaatkan untuk mendorong produktivitas dan efisiensi di sektor pertanian. Hal ini tentu mendukung visi Indonesia menjadi lumbung pangan dunia di 2045," ucap Felippa.

    RUU Ciptaker juga menyederhanakan proses perizinan usaha yang sebelumnya rumit dan berbelit. Seperti melewati birokrasi yang berlapis menjadi satu perizinan usaha dari pemerintah pusat.

    "Kemudahan-kemudahan yang diatur dalam RUU Cipta Kerja ini diharapkan membawa dampak positif bagi petani dan pertanian di Indonesia," kata Felippa.

    (AZF)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id