Dunia Usaha Harus Jaga Arus Kas di Tengah Covid-19

    Angga Bratadharma - 19 Mei 2020 20:48 WIB
    Dunia Usaha Harus Jaga Arus Kas di Tengah Covid-19
    Ilustrasi cash flow. Foto : MI.
    Jakarta: Pandemi covid-19 yang menyebar cukup luas di Indonesia tidak dipungkiri memberikan tekanan terhadap perekonomian termasuk imbasnya kepada para pelaku bisnis. Dalam konteks ini, dunia usaha perlu melakukan sejumlah strategi yang salah satunya adalah mengelola arus kas demi keberlangsungan bisnis di masa mendatang.

    "Secara umum bisnis manapun yang paling terguncang adalah cash flow (ketika terdampak covid-19). Kita harus melihat karakteristik bisnis kita. Kondisi ini sulit saya kira dan kami cukup mengerti dari sisi pemerintah yang mana yang mau dibantu pemerintah," kata Legal Partner Grant Thornton Indonesia Kurniawan Tjoetiar, di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2020.

    Ia tidak menampik kondisi pandemi covid-19 seperti sekarang ini menjadi keadaan yang terjadi di luar kemampuan manusia sehingga kerugian tidak dapat dihindari. Bahkan, bisa saja situasi tidak menentu akibat virus korona ini membuat sebuah perusahaan melakukan penundaan atau tidak melakukan kewajiban.

    "Kami cukup mengerti dari sisi pemerintah, mau bantu apakah bandul ekonomi atau bandul kesehatan. Karena kenyataannya vaksin (untuk covid-19) belum tersedia dan belum tahu apakah sampai akhir tahun, (vaksin sudah ada atau tidak)," tukasnya, dalam diskusi bertajuk 'Business Resilience Wheel'.

    Di sisi lain, ia mengatakan, dunia usaha perlu mengelola arus kas secara maksimal di tengah pandemi covid-19. Pertama, pelaku bisnis perlu meninjau biaya operasional mana saja yang bisa diefisiensikan atau belanja apa saja yang bisa ditekan. Kedua, dari segi pendapatan maka proyek yang berjalan harus sesegera mungkin dilaksanakan.

    "Ketiga, collection atau penagihan yang harus diperbaiki. Kalau dulu di awal tenang-tenang saja (terkait penagihan utang) maka sekarang harus cepat karena (perusahaan) sedang membutuhkan cash flow. Dan pendekatan ke klien saya rasa di tiap pelaku bisnis mengerti," ucapnya.

    Sementara itu, Managing Partner Grant Thornton Indonesia Johanna Gani menambahkan dalam kondisi sekarang ini tidak dipungkiri semua pihak sedang mengalami masa-masa sulit. Karenanya menjadi penting bagi para pelaku bisnis memerhatikan roda bisnis yang berdaya tahan kuat agar tetap bisa bertahan.

    "Kita harus benar-benar mengetatkan ikat pinggang kita. Kita boleh melihat seluruh asek kita dan punya posisi untuk kita paling tidak melihat enam bulan ke depan kita punya rencana. Setelah kita mengetahui maka kita petakan hari ini termasuk bagaimana memitigasi risiko. Jadi kita harus punya rencana enam bulan ke depan," pungkasnya.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id