Relaksasi PSBB Dinilai Baik untuk Kelangsungan Industri

    Ilham wibowo - 14 Mei 2020 10:41 WIB
    Relaksasi PSBB Dinilai Baik untuk Kelangsungan Industri
    Ilustrasi. Foto: Antara/Oky Lukmansyah
    Jakarta: Rencana Pemerintah menggulirkan relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara bertahap mulai awal Juni 2020 dinilai baik untuk kelangsungan industri manufaktur. Tenaga kerja di rentang usia produktif bisa kembali bergerak.

    Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Sanny Iskandar mengatakan pihaknya terus menantikan arahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang dipimpin Doni Monardo. Relaksasi PSBB dan warga berusia 45 tahun ke bawah yang diperbolehkan bekerja tak lepas dari adanya perubahan statistik dampak penularan wabah bagi masyarakat tiga bulan terakhir.

    "Pak Doni Monardo memaparkan secara umum covid-19 ini rentan kepada orang-orang yang memang telah usia lanjut dan telah memiliki sakit bawaan apakah itu diabetes, jantung, pneumonia, dan lain sebagainya," kata Sanny kepada Medcom.id, Kamis, 14 Mei 2020.

    Menurut Sanny, pelonggaran PSBB kepada rentang usia 45 tahun ke bawah tersebut mesti diimbangi dengan protokol kesehatan covid-19 yang telah diperbaharui. Sehingga, dampak terburuk dari penularan wabah bisa tetap dikendalikan.

    "Pak Doni melihat angka 45 tahun itu sebagai angka di ambang batas, tentunya ini gambaran umum, tidak menutup kemungkinan yang muda kena dan yang tua sehat-sehat saja," ucap Sanny.

    Ia menuturkan bahwa para pengembang atau pengelola kawasan industri juga berkomitmen mendukung upaya Pemerintah mengatasi wabah penyakit covid-19. Penilaian gugus tugas pun bisa memaksimalkan produktivitas tenaga kerja untuk menambal kinerja pertumbuhan ekonomi yang sempat terkorkesi.

    "Ini kan statistik yang memang sudah dibuat dari sisi usia seperti itu sehingga diambil angka 45 tahun yang lebih produktif dan badannya masih lebih kuat bisa membentuk antibodi sehingga tidak mudah atau rentan terserang penyakit covid-19 ini," ungkapnya.

    Dalam penerapannya, lanjut Sanny, relaksasi PSBB perlu dilakukan sembari memantau perkembangan covid-19 di masing-masing provinsi. Saat ini, perhatian khusus perlu diberikan kepada wilayah dengan masyarakat yang terpapar cukup banyak seperti DKI Jakarta dan Yogyakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

    "Seruan presiden kemarin dalam rapat dengan para kabinetnya memang sambil terus memantau perkembangan covid-19 di masing-masing daerah. Kepala daerah harus bisa melihat kondisi seperti apa perkembangannya," ucapnya.

    Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyebutkan warga berusia 45 tahun ke bawah diperbolehkan untuk beraktivitas kembali saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Warga pada rentang usia tersebut diperbolehkan untuk bekerja, tetapi terbatas pada 11 bidang usaha yang sudah diatur melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 tentang PSBB.

    Sesuai Permenkes tersebut di pasal 13 ayat 3, peliburan tempat kerja selama PSBB dikecualikan untuk kantor atau instansi strategis yang memberikan pelayanan terkait pertahanan dan keamanan, ketertiban umum, kebutuhan pangan, bahan bakar minyak dan gas, pelayanan kesehatan, perekonomian, keuangan, komunikasi, industri, ekspor dan impor, distribusi, logistik, dan kebutuhan dasar lainnya.

    Sejak awal pelaksanaan PSBB di sejumlah daerah, ke-11 sektor tersebut memang tetap dibolehkan beroperasi. Namun, Doni menyarankan pimpinan perusahaan di 11 sektor tersebut memperhatikan perbandingan risiko covid-19 terhadap para pekerjanya.



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id