Neraca Dagang RI Surplus USD2,33 Miliar di Agustus

    Husen Miftahudin - 15 September 2020 14:53 WIB
    Neraca Dagang RI Surplus USD2,33 Miliar di Agustus
    Iilustrasi kegiatan ekspor. Foto: Dok.MI
    Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2020 mengalami surplus sebesar USD2,33 miliar. Capaian ini bahkan lebih besar dibandingkan posisi surplus neraca dagang Agustus 2019 yang hanya sebanyak USD92,6 juta.

    "Jadi tentunya kita berharap bahwa ke depan ekspor kita akan membaik, sehingga surplus kita juga akan meningkat dan ekonomi bisa cepat pulih kembali," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam video telekonferensi pers di Jakarta, Selasa, 15 September 2020.

    Surplus ini tercipta lantaran besarnya total nilai ekspor yang berhasil diraup Indonesia sebesar USD13,07 miliar. Meskipun angka ini sebenarnya mengalami penurunan 4,62 persen bila dibandingkan realisasi ekspor pada Juli 2020 yang mencapai sebanyak USD13,70 miliar.

    Di sisi lain, impor RI pada Agustus 2020 hanya sebanyak USD10,74 miliar. Meskipun angka ini mengalami kenaikan 2,65 persen bila dibandingkan Juli 2020, namun secara total nilainya masih di bawah raihan ekspor Indonesia secara keseluruhan pada Agustus 2020.

    Adapun surplus neraca perdagangan nonmigas Indonesia pada Agustus 2020 terbesar terjadi pada Amerika Serikat (AS) sebanyak USD1,04 miliar. Komoditas yang paling berperan dalam surplus dengan AS tersebut adalah pakaian, aksesoris, dan juga mesin.

    Kemudian Filipina dengan total surplus sebesar USD451,9 juta. Komoditas yang paling menyokong surplus adalah kendaraan dan bagiannya, bahan bakar mineral, dan berbagai produk makanan olahan.

    "Dengan India kita surplus USD425,3 juta. Komoditasnya yang membuat kita surplus adalah bahan bakar mineral, lemak, minyak hewan nabati, serta bahan kimia anorganik," paparnya.

    Indonesia juga mengalami defisit neraca dagang yang terjadi pada sejumlah negara. Tiongkok paling besar dengan jumlah defisit sebesar USD893,6 juta, kemudian Brasil USD158,4 juta, dan Hong Kong sebanyak USD116,7 juta.

    Secara kumulatif Januari-Agustus 2020, neraca perdagangan Indonesia surplus sebesar USD11,05 miliar. Komposisinya, migas defisit USD4,18 miliar dan nonmigasnya surplus USD15,23 miliar.

    "Surplus ini jauh lebih besar dibandingkan neraca perdagangan pada Januari sampai Agustus 2020 yang pada waktu itu kita justru mengalami defisit sebanyak USD2,06 miliar," pungkas Suhariyanto. 

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id