Ekspor Pertanian dan Garmen Jadi Pembangkit Pertumbuhan Ekonomi 2020

    Ilham wibowo - 13 September 2020 16:19 WIB
    Ekspor Pertanian dan Garmen Jadi Pembangkit Pertumbuhan Ekonomi 2020
    Ilustrasi. Foto: Dok.MI
    Jakarta: Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut bahwa peningkatan kinerja ekspor difokuskan terhadap sektor yang mampu bertahan dan punya daya dukung tinggi seperti produk pertanian dan tekstil. Meski dihantui resesi, permintaan global untuk produk tersebut masih cukup besar.

    "Sektor pertanian termasuk kelapa sawit, ekspor sampai akhir tahun 2020 diprediksi USD20 miliar. Pertengahan tahun ini sudah USD10 miliar total ekspornya," kata Airlangga di Program Crosscheck Medcom.id, Minggu, 13 September 2020.  

    Selain kelapa sawit, ekspor produk garmen dan tekstil juga mengalami kenaikan signifikan selama pandemi covid-19. Kelompok industri ini bisa melakukan pengalihan produksi ke peralatan penunjang penanganan wabah dengan utilisasi pabrik yang mencapai 70-80 persen.

    "Kenaikan order secara global, bahkan mereka (importir) minta delivery sangat pendek karena kekurangan supply. Mereka minta quick delivery, empat lima minggu barangnya harus langsung dikirim," tuturnya.

    Menurut Airlangga, industri yang punya daya tahan tinggi terhadap tekanan pandemi covid-19 akan melaju lebih awal. Dukungan terus diberikan baik melalui kebijakan fiskal maupun regulasi penunjang kegiatan produksi.

    "Sektor kita yang punya daya tahan ini start akan terdepan dibandingkan yang terkena dampak terdepan dan recovery lebih lambat seperti sektor restoran. Apalagi dengan kebijakan buka tutup mereka baru merumahkan, rehire lalu dirumahkan kembali," paparnya.

    Airlangga menambahkan bahwa Pemerintah telah menggulirkan sejumlah kebijakan untuk mengerem laju penurunan produk domestik bruto (PDB). Stimulus di sektor riil pun telah digulirkan agar angka minus pada kuartal III dan IV tidak sedalam capaian minus di kuartal II yakni hingga 5,32 persen.  

    "Sampai akhir tahun Pemeritah sudah membuat proyeksi (pertumbuhan ekonomi) yaitu minus satu sampai 0,25 persen. Kuartal III-2020 diperkirakan minus tiga sampai minus satu persen," ujarnya.  

     

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id