Ada UU Cipta Kerja, BKPM tak Muluk-Muluk Pasang Target Investasi 2021

    Eko Nordiansyah - 08 Oktober 2020 21:19 WIB
    Ada UU Cipta Kerja, BKPM tak Muluk-Muluk Pasang Target Investasi 2021
    Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. FOTO: MI/Susanto
    Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengaku tak muluk-muluk dengan target realisasi investasi pada 2021. Meskipun saat ini sudah ada Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang mempermudah perizinan investasi.

    Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan target realisasi investasi pada tahun depan tetap sebesar Rp886 triliun. Namun tak menutup kemungkinan untuk BKPM meningkatkan target realisasi investasi jika perkembangannya lebih baik.

    "Kami akan melakukan pembahasan kajian dengan melihat animo calon investasi. Kalau tambah baik, maka bisa kemungkinan kita tingkatkan," kata dia dalam video conference di Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2020.

    Ia menambahkan pemerintah memang berharap lebih banyak investasi masuk demi menciptakan lapangan kerja. Bukan hanya investasi yang berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) tetapi juga Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

    "Bagi kami, semakin banyak realisasi investasi PMA dan PMDN semakin baik, untuk bagaimana menciptakan lapangan kerja. Semakin banyak investasi masuk, maka semakin banyak penciptaan lapangan kerja," jelas dia.

    Hingga semester I-2020, realisasi investasi sudah mencapai Rp402,6 triliun yang terdiri dari Rp210,7 triliun di kuartal I dan Rp191,9 triliun di kuartal II. BKPM mencatat penyerapan tenaga kerja pada kuartal II tahun ini mencapai 263.109 orang dari 34.658 proyek investasi.

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id