Ini Daftar Proyek yang Bakal Dikerjasamakan Lewat SWF

    Annisa ayu artanti - 28 Januari 2021 21:04 WIB
    Ini Daftar Proyek yang Bakal Dikerjasamakan Lewat SWF
    Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti.
    Jakarta: Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan pemerintah telah mendaftar sejumlah proyek yang berpotensi dikerjasamakan oleh investor melalui Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI) Indonesia. Beberapa di antaranya adalah jalan tol, bandar udara, dan pelabuhan.

    "Kita lagi list-down di BUMN jenis-jenis aset apa saja yang akan dikerjasamakan ke depan. Tadi saya sampaikan di tiga yang awal yaitu jalan tol, airport, pelabuhan," kata Kartika dalam BRI Group Economic Forum 2021, Kamis, 28 Januari 2021.

    Tak hanya infrastruktur, pria yang hangat disapa Tiko juga menyebutkan pemerintah akan lebih jeli melihat potensi aset lainnya. Pemerintah akan membuka peluang investor untuk masuk dan berinvestasi ke dalam-proyek-proyek strategis lainnya seperti teknologi, kesehatan, pariwisata, serta energi.

    "Ke depan kita bisa masuk ke sektor-sektor seperti infrastruktur, teknologi seperti 5G, fiber, dan sebagainya. Kemudian kita bisa masuk ke health care, hotel, dan banyak sekali sektor lain seperti energy yang saat ini masih banyak investor yang belum masuk bersama BUMN," jelasnya

    Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara sebelumnya juga menekankan LPI Indonesia yang bernama Indonesia Investment Authority (INA) akan berbeda dengan SWF negara lain. Pasalnya, dana luar negeri yang akan masuk ke Indonesia nantinya bukan berbentuk utang melainkan akan dikelola sebagai ekuitas.

    "SWF Indonesia adalah kita ingin mengundang foreign direct investment atau foreign fund. Dana dari luar negeri masuk ke Indonesia bukan sebagai utang, namun sebagai equity," katanya Suahasil.

    Suahasil juga menjelaskan SWF Indonesia dilengkapi modal awal sebesar Rp15 triliun yang berasal dari APBN. Jumlah modal tersebut akan diperbesar dengan tambahan masuk aset BUMN.
     
    Nantinya, SWF Indonesia juga akan bekerja sama dengan mitra investor strategis dari luar negeri dalam menggarap proyek strategis sehingga membuat dana dari luar negeri masuk sebagai equity, bukan sebagai utang.

    Adanya SWF bakal membantu keuangan negara dalam mengklasifikasikan mana dana luar negeri yang masuk dalam utang dan mana yang masuk dalam ekuitas.
     
    "Ini menjadi sangat penting untuk development financing Indonesia ke depan, karena kita harus mengomponenkan dana asing yang masuk yang sebagai utang dan portofolio yang masuk sebagai equity," tutur Suahasil.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id