PGN Siapkan Infrastruktur Gas Bumi Terintegrasi

    Suci Sedya Utami - 20 April 2021 08:45 WIB
    PGN Siapkan Infrastruktur Gas Bumi Terintegrasi
    Ilustrasi. FOTO: MI/Galih Pradipa



    Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mempersiapkan infrastruktur gas bumi yang terintegrasi demi menjaga keberlanjutan dan optimalisasi pemanfaatan sumber energi domestik. Upaya itu juga dengan harapan terwujudnya ketahanan energi guna menopang aktivitas perekonomian dalam negeri.

    Di wilayah barat infrastruktur akan didominasi oleh pipa. Sedangkan di wilayah timur dengan infrastruktur non pipa yang dapat melayani gas bumi baik dalam bentuk gas pipa, Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquified Natural Gas (LNG).






    Dalam menjalankan rencana pengembangan infrastruktur gas bumi terintegrasi tersebut PGN menggulirkan melalui Program Gasifikasi Nasional 'Sapta PGN' yang akan melayani tujuh sektor pemakai gas bumi serta visi menuju global dengan pengelolaan LNG terintegrasi ke wilayah-wilayah pasar di Kawasan Asia maupun internasional.

    Salah satu proyek utama dari program Sapta PGN yaitu PGN Sayang Ibu guna pemenuhan gas bumi untuk kebutuhan rumah tangga. Tahun ini, PGN menjalankan penugasan dari pemerintah untuk membangun 127.776 Sambungan Rumah Tangga (SR) jaringan gas (jargas) dengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021. Selain itu, inisasi perusahaan akan dilaksanakan dengam membangun jargas Mandiri COCO sebanyak 50 ribu SR di 2021.

    PGN juga mendukung program revitalisasi atau pengembangan kilang (Refinary Development Master Plan/RDMP) sesuai dalam jangka waktu menengah yaitu pembangunan fasilitas Small Land-Based LNG Regasification Terminal di Cilacap dan pembangunan Pipa Gas Senipah ke Kilang Balikpapan.

    Proyek Terminal Regasifikasi LNG diestimasikan dapat menghasilkan volume ramp up sampai dengan 111 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) . Sedangkan Pipa Senipah-Balikpapan diestimasikan dalam mendukung penyaluran gas untuk efisiensi kilang dengan volume ramp up sampai MMSCFD. Keduanya ditargetkan beroperasi pada 2023.

    Direktur Utama PGN, Suko Hartono mengungkapkan bahwa proyek ini ditujukan dapat menyediakan suplai dan infrastruktur LNG yang terintegrasi untuk pemenuhan kebutuhan gas di Kilang Cilacap maupun Kilang Balikpapan secara tepat mutu, tepat waktu, dan tepat biaya.

    "(Sedangkan) pembangunan infrastruktur gas ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan Kilang Balikpapan melalui pipa gas Senipah-Balikpapan," kata Suko dalam keterangan resmi, Selasa, 20 April 2021.

    "Sedangkan gasifikasi Kilang Cilacap dilakukan dengan memanfaatkan portofolio PGN dalam mengelola LNG sebagai persiapan PGN going global dan entry point pengambangan pasar LNG retail di Jawa Tengah bagian selatan," tambahnya.

    Proyek ini merupakan sinergi antara Subholding Gas, Subholding Shipping, dan Subholding Kilang dalam jangka panjang yang tergabung sebagai Holding Migas Pertamina.

    Suko menegaskan bahwa PGN berkomitmen untuk terus mengawal pelaksanaan proyek kilang ini agar dapat bermanfaat maksimal bagi  industri dalam negeri, optimalisasi sumber energi domestik, dan penguatan investasi migas nasional.

    “PGN Subholding Gas mendukung program RDMP kilang sebagai proyek strategis nasional dan mengembangan infrastruktur untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi dan membantu upaya pengurangan energi impor,” tutup Suko.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id