Holding BUMN Pangan Terbentuk di Kuartal III, Ini Sederet Rencana RNI

    Annisa ayu artanti - 29 April 2021 15:33 WIB
    Holding BUMN Pangan Terbentuk di Kuartal III, Ini Sederet Rencana RNI
    BUMN. Foto : Medcom/Annisa Ayu Artanti.



    Jakarta: Pemerintah tengah mengebut pembentukan holding BUMN klaster pangan untuk bisa beroperasi di kuartal III-2021.

    Direktur Utama RNI Arief Prasetyo Adi mengatakan pihaknya sebagai induk holding bersama delapan calon anggota holding saat ini tengah mempersiapkan pembentukan holding tersebut. Mulai dari pembahasan paralel di internal hingga pembahasan lintas kementerian.






    Adapun perusahaan-perusahan klaster pangan yang tergabung dalam holding BUMN pangan adalah PT Berdikari (Persero), PT Perikanan Indonesia Persero atau Perindo, PT Perikanan Nusantara (Persero) atau Perinus, dan PT Pertani (Persero).

    Lalu, PT Sang Hyang Seri (Persero), PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) atau BGR Logistics, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau PPI, dan PT Garam (Persero).

    "Jadi proses berikutnya adalah melakukan harmonisasi RPP untuk PP holding, yang kita semua berharap bisa terjadi di kuartal ketiga tahun 2021," kata Arief dalam konferensi pers virtual, Kamis, 29 April 2021.

    Dalam mempercepat pembentukan holding, Arief menuturkan pihaknya bersama calon anggota holding lainnya telah membentuk Project Management Office (PMO) menjadi tujuh divisi.

    Pertama, pertama divisi portofolio, bisnis development, dan bisnis integrasi. Kedua divisi finance, funding, dan investment. Ketiga divisi SDM, organisasi, dan budaya. Keempat divisi optimalisasi aset. Kemudian, kelima supply chain management dan IT. Keenam legal, GCG internal audit, dan risk management, Lalu, ketujuh holding strategy dan transformasi.

    "PMO itu memang kita buat untuk mengkaji, mengidentifikasi, dan merencanakan," ucapnya.

    Adapun latar belakang pembentukan holding pangan disebutkan Arief adalah untuk menjawab tantangan di sektor pangan, seperti ketahanan pangan yang berdasarkan food global indeks berada di level 62 dari 113 negara. Lalu, peningkatan inklusivitas atau kesejahteraan petani, nelayan dan peternak serta upaya untuk memodernisasi teknologi di bidang pertanian.

    "Dalam meningkatkan ketahanan pangan, kami akan berupaya meningkatkan hasil pertanian, perikanan peternakan, melalui penambahan luas lahan, peningkatan kemitraan, melakukan transparansi harga, penurunan biaya logistik karena kita punya BGR melalui konsolidasi supply chain jadi end to end dari input-processing-production sampai di akhir warehousing-retail di hilir," tuturnya.

    Namun untuk proyeksi agenda bisnis maupun investasi jangka menengah, Arief menambahkan, holding BUMN belum bisa menjabarkan. Untuk jangka menengah yakni dua hingga tiga tahun mendatang holding BUMN panganakan melakukan konsolidasi eksisting bisnis dari sembilan BUMN pangan, serta perbaikan internal di setiap perusahaan.

    "Kami sekarang konsolidasi baik existing bisnis dari aset 8 BUMN pangan ini kurang lebih aset sembilan BUMN pangan ini Rp28 triliun saat ini yang kami rencanakan adalah optimalisasi aset dulu, perbaikan internal di setiap perusahan," tukasnya. 


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id