Alasan Diperketat, Luhut: 200 Ribu Orang Masuk Bali dalam 10 Hari

    Antara - 18 Desember 2020 19:35 WIB
    Alasan Diperketat, Luhut: 200 Ribu Orang Masuk Bali dalam 10 Hari
    Salah satu tempat wisata di Bali. Foto: dok MI.



    Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan alasan pemerintah memperketat aturan masuk Bali.

    Adapun aturan ini sesuai dengan ketentuan pemeriksaan swab berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk penumpang udara dan tes rapid antigen untuk perjalanan darat.






    Menurut dia, hal itu dilakukan untuk mengontrol pergerakan wisatawan domestik guna menekan penularan covid-19 yang hingga kini belum menunjukkan tren penurunan.

    "Kemarin mau ke Bali itu sudah lebih 200 ribu orang selama 10 hari, makanya kita perketat sedikit. Karena kalau ndak, nanti bagaimana? Bali (kasusnya) naik lagi," katanya seusai acara Indonesia-China Tourism and Investment Forum, dikutip dari Antara, Jumat, 18 Desember 2020.

    Baca: Pemerintah Belum Putuskan Wajib Rapid Antigen saat Liburan Natal dan Tahun Baru

    Luhut mengakui hingga kini Indonesia belum membuka pintu masuk bagi wisatawan mancanegara (wisman) sehingga wisatawan domestik masih mendominasi pergerakan wisatawan.

    Ia mengatakan dengan tren kenaikan kasus covid-19 yang tidak mereda, pemerintah justru kini ingin mengurangi pergerakan wisatawan domestik.

    "Sekarang malah kita kurangi, jangan terlalu cepat dulu, nanti bahaya kan kalau terlalu terus dibuka, nanti tidak ada disiplin, pasti naik lagi kasusnya," imbuhnya.

    Sebelumnya Luhut menegaskan pemerintah akan memberlakukan pengetatan aktivitas masyarakat saat libur Natal dan Tahun Baru untuk mengantisipasi lonjakan kasus covid-19, termasuk mengetatkan syarat masuk ke Bali.

    "Kami minta untuk wisatawan yang akan naik pesawat ke Bali wajib melakukan tes PCR H-2 sebelum penerbangan ke Bali serta mewajibkan tes rapid antigen H-2 sebelum perjalanan darat masuk ke Bali," pungkasnya.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id