Optimisme Mengejar Produksi Satu Juta Barel

    Suci Sedya Utami - 04 Oktober 2020 16:52 WIB
    Optimisme Mengejar Produksi Satu Juta Barel
    Target produksi satu juta barel minyak mentah (crude) pada 2030 masih menjadi agenda utama yang dikejar pemerintah. Foto: Antara/Agung Rajasa
    Jakarta: Target produksi satu juta barel minyak mentah (crude) pada 2030 masih menjadi agenda utama yang dikejar pemerintah kendati saat ini bisnis migas turut terdampak pandemi.

    Peningkatan produksi minyak mentah menjadi hal yang sangat penting bagi Indonesia. Pasalnya kebutuhan Indonesia terhadap bahan bakar minyak (BBM) dalam memenuhi kehidupan sehari-hari masih sangat tinggi yakni mencapai 1,5 juta barel per hari (bph).

    Di sisi lain, produksi minyak mentah nasional saat ini relatif stagnan di level 700-an ribu bph. Alhasil, pemenuhan kebutuhan BBM selama ini ditopang oleh impor baik dalam bentuk minyak mentah yang nantinya diolah di kilang dalam negeri, maupun langsung dalam bentuk produk BBM.

    Oleh karena itu, peningkatan produksi satu juta barel menjadi amat berarti demi mengurangi impor dan melepas diri dari belenggu defisit transaksi berjalan yang makin membengkak. Lantas berapa besar dan banyakkah satu juta barel itu?

    Mengutip data JSK Petroleum Academy, Minggu, 4 Oktober 2020 satu barel setara 42 galon atau 168 liter. Berarti satu juta barel setara dengan 42 juta galon atau kurang lebih berisi 168 juta liter minyak.

    Bila diolah, untuk satu barel minyak mentah saja bisa menghasilkan beberapa produk dengan komposisi 44,4 persen gasoline (seperti premium, pertalite, pertamax), 24,44 persen diesel, 13,33 persen produk lainnya, 8,89 persen avtur atau bahan bakar pesawat terbang, 4,44 persen LPG, 2,2 persen heavy fuel oil dan 2,22 persen.

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan perlu strategi yang komperhensif untuk meningkatkan produksi migas khususnya minyak baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang dalam mengejar target tersebut.

    Ia bilang untuk jangka pendek perlu yang dilakukan untuk meningkatkan produksi yakni melalui optimalisasi lapangan-lapangan minyak yang masih belum maksimal dieksploitasi. Arifin menyadari tidak optimalnya upaya selama ini disebabkan karena kondisi lapangan minyak di Indonesia banyak yang sudah berusia lanjut, sehingga menyebabkan tidak kunjung ditemukannya cadangan minyak dalam jumlah besar.

    Halaman Selanjutnya
    Ia bilang saat ini, cadangan…
    Read All

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id