Strategi Trenggono Tingkatkan Ekspor Produk Laut

    Suci Sedya Utami - 12 Januari 2021 10:55 WIB
    Strategi Trenggono Tingkatkan Ekspor Produk Laut
    Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono - - Foto: dok KKP
    Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan peningkatan kualitas produk hasil perikanan untuk menggenjot volume dan nilai ekspor di 2021.

    Nilai ekspor tahun ini ditaksir mencapai USD6,05 miliar, atau naik sekitar USD1 miliar dari tahun sebelumnya. Sementara Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) targetnya Rp74,4 miliar.

    Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyiapkan sejumlah strategi untuk mencapai target tersebut. Di antaranya pembaruan alat uji, pengembangan sumber daya manusia, hingga penguatan pengawasan akan dilakukan untuk mencapai hal tersebut.

    "Kita siapkan yang terbaik, kita beli kalau perlu," ujar Trenggono seperti dilansir dari laman resmi KKP, Selasa, 12 Januari 2021.

    Dengan pemutakhiran alat uji laboratorium, Trenggono ingin produk perikanan yang diekspor bebas virus dan patogen yang dapat mengganggu kesehatan pengonsumsi. Tentunya alat tersebut bisa dipakai untuk menguji produk perikanan yang masuk ke Indonesia.

    Produk perikanan yang keluar dan masuk Indonesia harus bebas dari 37 jenis penyakit ikan. Meliputi 23 jenis virus, lima jenis bakteri, tiga jenis jamur, dan enam jenis parasit.

    Selama ini, KKP melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Kelautan dan Perikanan (BKIPM) melibatkan pihak ketiga untuk membantu pengecekan kualitas produk perikanan, salah satunya universitas (kampus). Ke depannya, Trenggono berharap KKP lebih mandiri dalam menguji produk perikanan yang ada, baik itu ekspor maupun impor.

    "Kita harus punya alat uji sendiri sebagai pembuatan keputusan, jangan bergantung pada pihak ketiga," ujar dia.

    Menurutnya peningkatan kualitas produk perikanan harus dimulai dari hulu selain pemutakhiran alat uji. Kemudian tim BKIPM harus rutin turun ke lapangan untuk memastikan proses produksi di unit-unit pengolahan ikan berjalan sesuai standar.

    Hak tersebut sebagai bagian dari langkah strategis dalam menyasar pasar internasional lantaran hampir semua negara menerapkan standar tertentu untuk produk perikanan yang masuk (impor).

    Apalagi ke depan Indonesia membutuhkan perluasan pasar selain komoditas udang vaname, ikan, dan rumput laut.

    "Indonesia bisa jadi negara penghasil vaname terbesar mengalahkan India," pungkasnya.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id