Pelaku UMKM Siap Bangkitkan Ekonomi Asal Pembatasan Dilonggarkan

    Husen Miftahudin - 07 April 2021 21:57 WIB
    Pelaku UMKM Siap Bangkitkan Ekonomi Asal Pembatasan Dilonggarkan
    Entrepreneur Industri Fashion Niluh Djelantik. Foto: Medcom.id



    Jakarta: Para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) meminta pemerintah segera melonggarkan pembatasan aktivitas sosial. Bila dilonggarkan, para pelaku UMKM berjanji akan menggairahkan kembali perekonomian nasional yang tertekan akibat meluasnya dampak pandemi covid-19.

    Ketua DPP Partai NasDem Bidang UMKM, Entrepreneur Industri Fashion Niluh Djelantik menegaskan bahwa UMKM adalah penggerak ekonomi yang paling nyata di Indonesia. Sayangnya mereka terkungkung dalam kebijakan pembatasan aktivitas sosial. Parahnya lagi, banyak dari para pelaku UMKM yang limbung berkepanjangan.






    "Prioritas kami hari ini adalah bagaimana industri kreatif, baik itu yang bergerak di bidang seni, kerajinan, dan di bidang lainnya juga. Karena kalau kita bicara soal seni, musik, konser, atau pagelaran, kalau dilarang otomatis ada pedagang yang tidak bisa berjualan, otomatis ada teamwork di belakang layar yang juga kehilangan pemasukan," tukas Niluh dalam Forum Diskusi Denpasar 12 Edisi ke-52 secara virtual, Rabu, 7 April 2021.

    Sebagai pelaku UMKM dan industri kreatif, Niluh yakin para pelaku UMKM akan menaati dan menjalankan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Asal pembatasannya dilonggarkan, para pelaku UMKM siap membangkitkan kembali ekonomi dalam negeri.

    "Siapapun itu, UMKM, industri seni, industri musik, industri kreatif lainnya, kita siap untuk the battle now. Perlu apa? Disiplin? Kami sediakan masker! Perlu jaga jarak, kami akan menyiapkan, itu semua," tegasnya.

    Ia berharap pemerintah segera melonggarkan pembatasan agar para pelaku UMKM tidak merana di tengah pandemi. "Kalau pemerintah menyampaikan akan buka perekonomian, itu akan sangat membantu industri kreatif secara keseluruhan," tutur Niluh.

    Sementara itu, Komisaris Utama Telkomsel Wishnutama Kusubandio melihat industri kreatif saat ini perlu segera mengadaptasi digitalisasi. Bila tidak, para pelaku sektor serupa dari luar negeri siap melahap pasar besar yang ada di Indonesia.

    Eks Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini memberi contoh pada aplikasi komunikasi Zoom yang selama pandemi covid-19 marak dipergunakan untuk pertemuan. Selama 2020, pertumbuhan pendapatan aplikasi Zoom mencapai lebih dari 28 ribu persen.

    "Jadi boleh dibilang atau bisa saya katakan bahwa yang paling mendapatkan manfaat di era pandemi ini bukan bangsa kita walaupun ada pertumbuhan di berbagai macam platform digital. Platform-platform Indonesia itu hanya kecil growth-nya, mungkin dari segi user iya, tapi dari segi volume dan transaksinya tidak sama sekali," tukasnya.

    Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat juga menginginkan para pelaku industri kreatif, khususnya seniman, memanfaatkan teknologi digital dalam pertunjukannya. Salah satunya ialah pemanfaatan digital pada pertunjukan wayang.

    "Itu juga harus dilihat, karena bisa memberikan dampak untuk dua sisi di sini. Bukan hanya bagi para pelaku industrinya sendiri, tetapi orang yang biasa yang kemudian melakukan interaksi di dalamnya," papar Rerie, sapaannya.

    Rerie juga meminta seluruh pemangku kepentingan untuk bergerak bersama memberi perhatian lebih bagi pemulihan industri kreatif di tanah air. Diperlukan pula prioritas tinggi agar industri kreatif dapat segera pulih dan menjadi pendorong perekonomian nasional.

    "Satu lagi, dalam hal ini tidak lepas dari keterlibatan dari para pekerja seni dan interaksinya dengan masyarakat merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan keseharian kita," pungkas Rerie.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id