Menparekraf Terus Dorong Pengembangan Industri Gim Lokal

    Antara - 19 September 2021 08:48 WIB
    Menparekraf Terus Dorong Pengembangan Industri Gim Lokal
    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. FOTO: Kemenparekraf



    Jakarta: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mendorong secara aktif pengembangan industri gim lokal serta terus mengampanyekannya. Harapannya bisa berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi secara nasional mengingat peluangnya masih teramat besar.

    "Kita mendorong secara aktif pengembangan dan mengampanyekan industri gim dalam negeri, misalnya, kami ikut sertakan mereka ke ajang Tokyo Game Show. Kemudian mendorong mereka memiliki kemampuan memasarkan, mempromosikan, dan mengampanyekan secara totalitas game-game mereka," ujar Sandiaga, dilansir dari Antara, Minggu, 19 September 2021.

     



    Menparekraf melihat bahwa Indonesia memiliki pengguna Internet terbesar keempat di dunia, di mana sekitar 170 juta lebih warga terhubung ke Internet dan ada 60 juta gamer di Indonesia.

    "Saat ini gamification itu bisa juga dari sisi edukasi, pariwisata dengan memperkenalkan destinasi-destinasi melalui game, dan kami mendorong kapasitas dan kapabilitas para pengembang game ini, sumber daya manusianya agar terintegrasi juga nanti ke sektor pendidikan dan ini kami akan terus bangun ke depan," kata Sandiaga.

    Sebelumnya Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno menyebut industri video gim di Tanah Air masih didominasi produk luar negeri, karena itu dibutuhkan peran anak muda agar mampu menguasai pangsa pasar ekonomi kreatif tersebut, khususnya di industri video gim.

    Sandiaga menyebutkan, hadirnya layanan 5G di beberapa wilayah harusnya mampu membuat intervensi munculnya industri kreatif, khususnya video gim karya anak bangsa, agar tidak didominasi produk luar negeri.

    Selama pandemi covid-19 yang melanda Indonesia, digitalisasi ekonomi mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Bahkan, menunjukkan pangsa pasar 40 persen di ASEAN. Sektor-sektor digital media justru meningkat di saat pandemi, sehingga kontribusi ekonomi kreatif Indonesia mampu masuk dalam jajaran terbesar ketiga dunia.

    "Setelah Amerika Serikat dengan Hollywood, lalu Korea Selatan dengan K-Pop. Dan ekonomi kreatif Indonesia yang mampu berkontribusi sebesar Rp1.100 triliun kepada PDB," pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id