Serap Ribuan Tenaga Kerja, Investasi Konsorsium Hyundai USD9,8 Miliar Dimulai Awal 2022

    Eko Nordiansyah - 17 September 2021 19:05 WIB
    Serap Ribuan Tenaga Kerja, Investasi Konsorsium Hyundai USD9,8 Miliar Dimulai Awal 2022
    Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. FOTO: Medcom.id/Ilham Pratama Putra



    Jakarta: Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyebut investasi dari konsorsium Hyundai untuk industri mobil listrik di Indonesia senilai USD9,8 miliar bisa terealisasi sepenuhnya mulai awal 2022. Dengan nilai investasi yang cukup besar ini diharapkan bisa menyerap puluhan ribu tenaga kerja lokal.

    "Saya targetkan total USD9,8 miliar ini semua mulai 2022 awal, semua harus jalan. Karena untuk baterai 10 Gigawatt Hour (GwH) itu akan selesai konstruksi September 2022, dan mulai produksi 2023," kata dia, dalam video conference, Jumat, 17 September 2021.

     



    Konsorsium Hyundai terdiri atas Hyundai Motor Company, KIA Corporation, Hyundai Mobis, dan LG Energy Solution yang bekerja sama dengan PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) selaku holding dari empat BUMN, yaitu PLN, Pertamina, MIND ID, dan Antam.

    Sebelumnya konsorsium ini telah melakukan groundbreaking pembangunan industri baterai mobil listrik di Karawang Jawa Barat. Menurut Bahlil, pabrik ini akan menyerap sekitar 1.100 tenaga kerja, belum termasuk tenaga kerja pada tahap pembangunan dan pendukung lainnya.

    "Kalau pabrik jadi, tenaga kerja langsung itu 1.100 orang. Terus masa konstruksi bisa belasan ribu orang, sekarang yang enggak langsung puluhan ribu mulai dari subkontraktor, UMKM makanan, terus bahan-bahan material, orang yang punya alat. Kalau masa konstruksi 10 ribu lebih, 13 ribuan belum yang tidak langsung," ungkapnya.

    Bahlil pada saat groundbreaking juga menegaskan investasi konsorsium Hyundai ini akan menyerap banyak tenaga kerja dalam negeri, dan membatasi tenaga kerja asing. Selain itu, wajib ada kerja sama dengan pengusaha dan UMKM lokal sebagaimana amanat dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

    "Di dalam MoU kita tekankan kepada mereka lapangan pekerjaan harus seluas-luasnya untuk lapangan pekerjaan dalam negeri tidak untuk luar negeri. Luar negeri boleh selama dia memenuhi spesifikasi khusus dan jabatan-jabatan tertentu," ujar Bahlil saat groundbreaking Rabu, 15 September 2021.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id