Vaksinasi Gotong Royong Perlu Didukung untuk Percepat Munculnya Kekebalan Kelompok

    Angga Bratadharma - 28 Juli 2021 13:52 WIB
    Vaksinasi Gotong Royong Perlu Didukung untuk Percepat Munculnya Kekebalan Kelompok
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id



    Jakarta: Lintasarta berkomitmen terus mendukung pemerintah dalam menangani pandemi covid-19 yang salah satunya melalui program percepatan vaksinasi nasional. Dukungan itu dengan pada Juni-Juli 2021 menggelar program vaksinasi untuk seluruh karyawan Lintasarta yang tersebar di Indonesia.

    Sesuai anjuran pemerintah, Lintasarta mengikuti program vaksinasi gotong-royong untuk para karyawan Lintasarta. Pemberian vaksinasi diselenggarakan baik bagi karyawan di kantor pusat, maupun karyawan yang bekerja di kantor regional Lintasarta. Untuk wilayah regional, total didistribusikan lebih dari 700 vaksin yang ditargetkan rampung pada akhir Juli 2021.

     



    "Penyelenggaraan vaksinasi ini merupakan wujud tanggung jawab Lintasarta untuk melindungi kesehatan serta keselamatan seluruh karyawan, di samping untuk mendukung upaya pemerintah dalam menanggulangi pandemi covid-19," kata Direktur Utama Lintasarta Arya Damar, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 28 Juli 2021.

    Arya menyampaikan bahwa vaksinasi yang diselenggarakan tidak hanya diperuntukkan bagi karyawan saja, namun juga diberikan kepada seluruh anggota keluarga dari masing-masing karyawan. Ia berharap hal tersebut dapat membantu dalam mewujudkan kekebalan kelompok dengan lebih cepat.

    "Kami bekerja sama dengan Kadin Indonesia dan Biofarma sebagai penyelenggara vaksin gotong royong dan beberapa rumah sakit yang telah ditunjuk pemerintah sebagai vaksinator, agar penyelenggaraan vaksinasi dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dari Kementerian Kesehatan RI," paparnya.

    Sementara itu, Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memperkirakan proses pemulihan ekonomi dunia tahun ini akan terbagi ke dalam dua aspek. Pertama, negara dengan percepatan vaksinasi akan beraktivitas secara normal hingga akhir tahun.
     
    Hal ini terjadi pada kelompok negara maju lantaran didukung oleh perluasan reopening, jangkauan vaksinasi yang tinggi, serta stimulus yang masif, seperti pada Amerika Serikat (AS), Eropa dan Korea Selatan.
     
    Kedua, perbaikan ekonomi negara yang mengalami kenaikan kasus covid-19 akan terganggu. Bahkan, gangguan tersebut akan semakin dalam jika kenaikan kasus positif diikuti dengan tingginya angka kematian.

    "Pemulihan, bagaimanapun, tidak terjamin bahkan di negara-negara di mana infeksi saat ini sangat rendah selama virus tersebut beredar di tempat lain," pungkas IMF.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id