comscore

Teten: Pemerintah Bakal Revitalisasi Koperasi Berbasis Sektor Produksi

Antara - 29 November 2021 08:30 WIB
Teten: Pemerintah Bakal Revitalisasi Koperasi Berbasis Sektor Produksi
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki. FOTO: MI/SUSANTO
Jakarta: Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan pemerintah akan melakukan revitalisasi koperasi berbasis sektor produksi yang memiliki komoditas unggulan. Hal itu agar koperasi dapat menjadi besar dan unggul baik di dalam maupun luar negeri.

"Saya ditugaskan Bapak Presiden (Joko Widodo) untuk melakukan revitalisasi koperasi. Kita ingin fokus untuk membangun koperasi sektor produksi baik itu yang misalnya berbasis komoditas, perkebunan atau sektor kelautan, termasuk memproduksi alat pertanian dan alat kesehatan," ungkapnya, dilansir dari Antara, Senin, 29 November 2021.

 



Lebih lanjut, Teten menyatakan revitalisasi dilakukan karena Indonesia masih mengandalkan impor untuk berbagai produk yang dapat diproduksi di dalam negeri. Seperti alat kesehatan, alat pertanian, jagung, beras, kedelai, dan daging yang hingga sekarang masih sangat mengandalkan impor.

Hal ini terjadi karena berbagai produk unggulan di Indonesia masih dilakukan oleh perorangan. Dengan memproduksi produk secara perorangan, lanjutnya, produk unggulan di Indonesia menjadi tidak efisien.

"Kenapa koperasi perlu diperkuat? Karena misalnya di sektor pertanian itu kepemilikan lahan di bawah setengah hektare, tidak mungkin kita bisa membangun korporat tani seperti di negara maju Austria, New Zealand, Amerika yang ribuan hektare satu kebun. Kita tidak mungkin pertahankan sistem kecil ini karena tak produktif dan kurang efisien,” ujarnya.

Indonesia disebut harus membangun konsolidasi koperasi besar yang masuk dalam skala bisnis. Beberapa contoh yang dinilai dapat dijadikan contoh untuk membangun koperasi besar ialah New Zealand dengan memiliki koperasi susu terbesar di dunia dan Australia yang memiliki koperasi gandum terbesar di dunia.

"Jadi kebijakan kami adalah mendorong pelaku usaha untuk bergabung di koperasi seperti di luar negeri. Ini awalnya mereka juga kecil, tapi jadi besar," ungkap dia.

Saat ini, dikatakan bahwa di seluruh dunia tengah mencari keunggulan domestik untuk dikembangkan dan diperdagangkan. Baginya, ini menjadi peluang karena Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah dan mampu dikembangkan menjadi produk unggulan yang mendunia.

Oleh karena itu, koperasi diminta jangan lagi hanya fokus terhadap wilayahnya sendiri, tetapi harus berkembang memasuki industri manufaktur berbasis bahan baku.
 

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id