Indef: PPKM Darurat Imbas Peningkatan Mobilitas Masyarakat Usai Idulfitri

    Husen Miftahudin - 16 Juli 2021 20:39 WIB
    Indef: PPKM Darurat Imbas Peningkatan Mobilitas Masyarakat Usai Idulfitri
    Ilustrasi PPKM Darurat - - Foto: dok MI



    Jakarta: Peneliti Center of Innovation and Digital Economy Indef Media Wahyudi Askar menyayangkan sikap masyarakat yang abai terhadap penerapan protokol kesehatan, serta regulasi pemerintah daerah yang kerap tidak jelas.
     
    Walhasil, infeksi covid-19 terus melonjak sehingga terpaksa harus diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

    "Flashback ke belakang, kenapa gelombang kedua ini terjadi, dan banyak juga pakar yang mengatakan bahwa memang ini salah satu dampak dari peningkatan mobilitas masyarakat usai Idulfitri," ujar Wahyudi dalam diskusi virtual Indef, Jumat, 16 Juli 2021.

     



    Saat Idulfitri, data menunjukkan bahwa pergerakan masyarakat di taman dan tempat pariwisata mengalami peningkatan signifikan. Pun pasca-Idulfitri, mobilitas masyarakat belum reda dan masih dalam tren kenaikan.

    "Bahkan setelah Idulfitri, (mobilitas masyarakat) itu tidak kembali lagi ke posisi sebelumnya tapi sudah seperti baseline atau sama seperti sebelum adanya covid-19," sebut dia.

    Menurutnya, hal ini terjadi karena terjadinya simpang siur di masyarakat terhadap regulasi pemerintah daerah setempat yang tidak jelas. Bahkan, sejumlah pejabat publik daerah secara terang-terangan memperbolehkan tempat wisata beroperasi.

    "Sehingga kita harus membayar kesalahan ini dalam beberapa waktu ke depan. Alhasil terjadi gelombang kedua ini," ketus Wahyudi.

    Terkait meluasnya penyebaran varian virus delta, berdasarkan data Google Traffic terlihat bahwa terjadi pergerakan masyarakat dari India ke Indonesia. Ini harus menjadi catatan penting pemerintah untuk meningkatkan ketegasan kebijakan pembatasan pergerakan masyarakat, termasuk dari luar negeri ke Indonesia.

    "Jadi ini seharusnya jadi catatan penting betapa kebijakan pembatasan pergerakan masyarakat termasuk dari luar negeri ke Indonesia, karena sangat berpengaruh pada peningkatan kasus di Indonesia," tutur dia.

    Bahkan, Wahyudi menilai hingga hari ini kebijakan pembatasan arus masuk orang ke Indonesia belum dilakukan. "Sehingga kita tidak tahu sekarang, virus delta ada di mana saja dan di negara mana saja. Apakah kita perlu pembatasan atau tidak. Itu belum clear, dan itu harus menjadi catatan penting," pungkas Wahyudi.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id