comscore

Kenaikan Harga Komoditas Harus Dimanfaatkan untuk Pemulihan Ekonomi

Eko Nordiansyah - 05 Desember 2021 11:51 WIB
Kenaikan Harga Komoditas Harus Dimanfaatkan untuk Pemulihan Ekonomi
Ilustrasi. Foto: MI/Gino
Jakarta: Harga komoditas yang terus meningkat khususnya kelapa sawit dapat menciptakan peluang emas bagi negara produsen untuk mendukung perbaikan ekonomi di tengah pandemi covid-19. Di 2021, nilai ekspor minyak sawit mencapai USD29 miliar, meningkat 115 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menghadiri 9th Ministerial Meeting Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC). Dalam kesempatan itu, Menko Airlangga berperan menjadi Ketua Delegasi Indonesia serta menjadi Chairperson bersama Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Malaysia Datuk Zuraida Kamaruddin.
"Tren berkembang mengenai kebijakan diskriminatif terhadap minyak sawit akan merugikan pembangunan sektor minyak sawit. Maka itu, penting bagi CPOPC untuk mempertahankan peran pentingnya untuk mendukung dan menjaga kepentingan bersama negara-negara produsen minyak sawit," kata dia dalam keterangan resminya, Minggu, 5 Desember 2021.

Lebih lanjut, Airlangga menyoroti beberapa capaian penting dalam pertemuan ini. Pertama, anggota CPOPC telah menyetujui Protokol untuk Mengubah Piagam CPOPC. Baik anggota maupun anggota baru akan mengikuti prosedur ratifikasi internal untuk mengadopsi dokumen tersebut untuk mempromosikan pengembangan kelapa sawit berkelanjutan secara global.

Selanjutnya, CPOPC telah mengadopsi Kerangka Prinsip Global tentang Minyak Sawit Berkelanjutan. Kerangka kerja ini akan menetapkan kerangka kerja keterlibatan CPOPC dengan mitra internasional yang relevan, terutama sistem PBB serta organisasi internasional terkait lainnya, untuk mencapai visi bersama CPOPC dalam mengembangkan percontohan untuk referensi berkelanjutan global untuk semua minyak nabati.

"Upaya ini harus sejalan dengan prioritas kami untuk meningkatkan penerimaan keberlanjutan kelapa sawit dan skema sertifikasi nasional kami. Mitra internasional, termasuk produsen minyak nabati utama lainnya, harus menjadi bagian dari strategi dan tujuan akhir," ungkap politisi Partai Golkar ini.

Ketiga, CPOPC juga telah mengadopsi Strategi dan Arah Kebijakan, yang akan menjadi pedoman koordinasi antar negara anggota dalam mengembangkan strategi bersama di pasar global. Strategi ini tidak terbatas pada manajemen penawaran, permintaan dan perkiraan harga, tetapi juga semua masalah kritis yang dihadapi oleh anggota dan non-anggota.

"CPOPC telah dan akan selalu melakukan kampanye advokasi global, yang didasarkan pada argumen ilmiah dan berbasis bukti untuk mempromosikan minyak sawit berkelanjutan, terutama dalam melawan sentimen negatif yang meningkat," paparnya.

Dengan dimulainya kepemimpinan Indonesia di G20 bulan ini, salah satu kandidat capres 2024 ini menyebut, CPOPC akan melihat kemungkinan untuk memanfaatkan forum ini untuk mempelopori perspektif dan kepentingan negara-negara produsen minyak sawit sesuai visi CPOPC memberdayakan petani kelapa sawit.

"Forum Petani Global merupakan kegiatan penting yang memfasilitasi dan mengkonsolidasikan keprihatinan petani kelapa sawit global dan membantu mereka dalam mencapai standar keberlanjutan sebagaimana ditetapkan dalam SDGs PBB," tutup Airlangga.
 

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id