comscore

Rehabilitasi Lahan Pertanian, Mentan Dorong Penggunaan Pupuk Organik

M Sholahadhin Azhar - 27 Juni 2022 16:05 WIB
Rehabilitasi Lahan Pertanian, Mentan Dorong Penggunaan Pupuk Organik
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo/Dok Kementan
Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong penggunaan pupuk organik di kalangan petani. Hal ini untuk memperbaiki mutu lahan pertanian di Indonesia. 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebut penggunaan pupuk organik menjadi solusi rehabilitasi lahan pertanian. Sekaligus, mengurangi degradasi atau penurunan mutu lahan. 
“Pupuk organik dapat memperbaiki struktur tanah, memperkuat daya ikat agregat (zat hara) tanah, meningkatkan daya tahan dan daya serap air, serta memperbaiki drainase dan pori-pori dalam tanah. Selain itu juga menyediakan unsur hara tanaman," kata Mentan Syahrul melalui keterangan tertulis, Senin, 27 Juni 2022.

Menurut dia, penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan dan terus-menerus menyebabkan penurunan mutu lahan di Indonesia. Sehingga, kandungan bahan organik sawah kurang dari 2 persen dan membuat kesuburan tanah menurun.

Syahrul merealisasikan program-program mempercepat penggunaan pupuk organik di kalangan petani. Mentan mengerahkan Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) dan bantuan pupuk organik. 

Menurut dia, program UPPO efektif mendorong percepatan pengembangan penerapan pupuk organik di tingkat petani. Sehingga, petani dapat mandiri memproduksi pupuk organik untuk meningkatkan produksi pertanian.
 

Baca: Jaga Stabilitas Produksi Pangan dan Tekan Inflasi, Subsidi Pupuk Fokus Urea dan NPK


Selain itu, program UPPO diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya usaha tani dan optimalisasi pemanfaatan pupuk kandang.

"Tentu harapannya ini dapat meningkatkan penggunaan pupuk organik di tingkat petani, meningkatnya optimalisasi penggunaan pupuk organik, meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil produksi, dan berkurangnya biaya usaha tani sebagai akibat efisiensi penggunaan pupuk," kata Mentan SYL.

Meski begitu, Kementan tidak berarti mendorong substitusi pupuk kimia ke pupuk organik secara total. Sebab, asupan pupuk petani mesti seimbang, agar lahan sehat dan produksi meningkat.

"Kami mendorong penggunaan pupuk secara berimbang karena zat hara yang dibutuhkan tanaman juga ada di pupuk anorganik. Jadi, keduanya harus seimbang,” tegasnya. 

Direktur Pupuk dan Pestisida Ditjen PSP Kementan, Muhammad Hatta, mengatakan Kementan mendukung penuh penggunaan pupuk organik melalui program UPPO. Dia menyebut bantuan UPPO dapat membantu petani memproduksi pupuk kandang secara swadaya. 

"Kebutuhan pupuk kandang atau kompos setiap tahunnya selalu bertambah, fasilitasi bantuan UPPO adalah untuk membantu kelompok tani memenuhi kebutuhan pupuk organiknya," kata dia.

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id