comscore

Kinerja Industri Pengolahan Kuartal I-2022 Diprediksi Semakin Ekspansif

Husen Miftahudin - 14 Januari 2022 17:36 WIB
Kinerja Industri Pengolahan Kuartal I-2022 Diprediksi Semakin Ekspansif
Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Jakarta: Bank Indonesia (BI) melaporkan kinerja Industri Pengolahan terindikasi meningkat dan berada pada fase ekspansi pada kuartal IV-2021. Hal ini tercermin dari Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) sebesar 50,17 persen atau berada pada fase ekspansi (indeks di atas 50), meningkat dari 48,75 persen pada kuartal sebelumnya.

"Pada kuartal I-2022, kinerja sektor Industri Pengolahan diprakirakan melanjutkan tren peningkatan dengan capaian PMI-BI sebesar 53,83 persen, meningkat dari 50,17 persen pada kuartal IV-2021," ungkap BI dalam laporan PMI-BI Kuartal IV-2021, Jumat, 14 Januari 2022.

 



Bank sentral menjelaskan peningkatan PMI–BI tersebut sejalan dengan perkembangan kegiatan usaha sektor Industri Pengolahan kuartal IV-2021 dan perkiraan kuartal I-2022 hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU). Hal tersebut sebagaimana tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha Industri Pengolahan hasil SKDU kuartal IV-2021 dan perkiraan kuartal I-2022 yang masing-masing sebesar 0,50 persen dan 2,74 persen.

Berdasarkan komponen pembentuknya, peningkatan PMI-BI pada kuartal IV-2021 terjadi pada seluruh komponen, terutama komponen Volume Produksi, Volume Persediaan Barang Jadi, dan Volume Total Pesanan yang berada pada fase ekspansi dan tercatat meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya.

"Peningkatan PMI-BI pada kuartal laporan didorong oleh sejumlah aktivitas yang meningkat seiring dengan pelonggaran PPKM dan perayaan HBKN Natal dan libur akhir tahun, sehingga mendorong permintaan masyarakat," tutur BI.

Dijelaskan lebih lanjut bahwa Volume Produksi pada kuartal IV-2021 tercatat meningkat dan berada pada level ekspansi dengan indeks sebesar 51,84 persen, lebih tinggi dari 49,46 persen pada kuartal sebelumnya. Peningkatan Volume Produksi tersebut sejalan dengan peningkatan aktivitas masyarakat saat HBKN Natal dan libur akhir tahun, serta adanya pelonggaran PPKM sesuai aturan pemerintah di sejumlah daerah.

Peningkatan Volume Produksi terjadi pada sebagian subsektor, terutama subsektor Logam Dasar Besi dan Baja; Makanan, Minuman, dan Tembakau; Tekstil, Barang Kulit, dan Alas Kaki; serta Alat Angkut, Mesin, dan Peralatannya.

"Pada kuartal I-2022, Volume Produksi diprakirakan kembali meningkat dengan indeks sebesar 56,94 persen sejalan dengan prakiraan meningkatnya permintaan. Peningkatan tersebut terjadi pada berbagai subsektor, dengan indeks tertinggi pada subsektor Logam Dasar Besi dan Baja; Pupuk, Kimia, dan Barang dari Karet; serta Makanan, Minuman, dan Tembakau," urai BI.

Sementara pada komponen Volume Pesanan Barang Input tercatat berada dalam fase ekspansi dan mengalami peningkatan sejalan dengan meningkatnya Volume Produksi. Indeks Volume Pesanan Barang Input tercatat sebesar 51,67 persen, lebih tinggi dari 51,53 persen pada kuartal III-2021. Peningkatan Volume Pesanan Barang Input terjadi pada sebagian subsektor, terutama subsektor Alat Angkut, Mesin, dan Peralatannya; Tekstil, Barang Kulit, dan Alas Kaki; serta Logam Dasar Besi dan Baja.

Pada kuartal I-2022, responden memprakirakan volume pesanan barang input akan meningkat dengan indeks sebesar 55,69 persen. Peningkatan tersebut terjadi pada berbagai subsektor, antara lain Makanan, Minuman, dan Tembakau; Barang Kayu dan Hasil Hutan Lainnya; serta Tekstil, Barang Kulit, dan Alas Kaki.

Sedangkan pada Volume Persediaan Barang Jadi menunjukkan peningkatan pada kuartal IV-2021 sejalan dengan kinerja Volume Produksi dengan indeks 51,42 persen atau berada pada fase ekspansi, meningkat dari 49,64 persen pada kuartal III-2021. Peningkatan ini terjadi pada sejumlah subsektor antara lain Logam Dasar Besi dan Baja; Makanan, Minuman, dan Tembakau; serta Tekstil, Barang Kulit, dan Alas Kaki.

"Pada kuartal I-2022, komponen Volume Persediaan Barang Jadi diprakirakan meningkat dengan indeks 54,60 persen seiring dengan peningkatan Volume Produksi dan Volume Pesanan Barang Input. Peningkatan diprakirakan juga terjadi pada sejumlah subsektor antara lain Kertas dan Barang Cetakan; Barang Kayu dan Hasil Hutan Lainnya; serta Pupuk, Kimia, dan Barang dari Karet," tutup survei Bank Indonesia tersebut.

 

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id