comscore

Porsi KUR yang Besar Topang Pemulihan UMKM

Antara - 19 Januari 2022 17:02 WIB
Porsi KUR yang Besar Topang Pemulihan UMKM
Ilustrasi banner kredit usaha rakyat (KUR) - - Foto: dok MI
Jakarta: Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan porsi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan bunga rendah menjadi penopang bangkitnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Adapun plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun ini mencapai Rp373,17 triliun atau naik dari tahun lalu yang sebesar Rp285 triliun. Sebaliknya, suku bunga KUR semakin diperkecil menjadi tiga persen dari enam persen hingga Juni 2022.

 



“Porsi KUR yang semakin tebal dan suku bunga yang lebih kecil ini dimaksudkan untuk mendorong pemulihan ekonomi bagi UMKM lebih masif,” ujar dia saat menghadiri Pengumuman Penghargaan KUR Tahun 2021 di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang dikutip dari keterangan persnya, Rabu, 19 Januari 2022.

Menurutnya, kebijakan KUR yang semakin longgar ini menjadi bukti kehadiran pemerintah untuk memaksimalkan pemulihan ekonomi UMKM yang selama dua tahun ini terdampak pandemi.

Ke depan, porsi KUR disebut akan terus ditambah agar penyerapan kredit oleh UMKM terutama dari lembaga pembiayaan perbankan bisa meningkat yang saat ini baru mencapai 19,8 persen. Pada 2024, ditargetkan porsi kredit perbankan terhadap UMKM sebesar 30 persen.

“Hal ini menjadi salah satu upaya agar semua pihak terlibat dalam pengarusutamaan UMKM karena selama ini UMKM menjadi bemper ekonomi saat terjadi krisis,” terang Teten.

Penyaluran KUR 2021

Pada 2021, penyaluran KUR mencapai Rp281,86 triliun yang disalurkan melalui 27 lembaga penyalur. Secara rinci KUR yang disalurkan terdiri dari KUR super mikro sebesar 3,57 persen, KUR mikro 63,71 persen, KUR kecil 32,71 persen dan KUR TKI (Tenaga Kerja Indonesia) 0,01 persen.

Di sisi penyalur KUR, didominasi oleh tiga bank Himbara (Himpunan bank milik negara) dengan total pembagian 92,37 persen. Kemudian perbankan swasta 3,1 persen, Bank Pembangunan Daerah (BPD) 4,37 persen, koperasi 0,05 persen dan perusahaan pembiayaan lainnya di bawah 0,05 persen.

“Penyaluran KUR oleh koperasi yang masih rendah dikarenakan ketersediaan likuiditas koperasi yang kecil apabila dibandingkan perbankan. Oleh sebab itu KUR yang disalurkan oleh koperasi sangat tergantung dari ketersediaan likuiditasnya,” ujar Menkop.

(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id