Masyarakat Harus Ambil Keputusan Finansial secara Mandiri

    Angga Bratadharma - 25 Juli 2020 11:33 WIB
    Masyarakat Harus Ambil Keputusan Finansial secara Mandiri
    Foto: Grafis Medcom.id
    Jakarta: Sebagai perencana keuangan, cakupan layanan yang diberikan adalah mengembangkan rencana keuangan dan mempresentasikannya kepada klien sebagai rekomendasi. Rekomendasi yang diberikan dapat berupa laporan keuangan, simulasi tujuan keuangan, saran untuk menabung, saran membeli asuransi, saran berinvestasi, dan lainnya.

    Perencana keuangan seharusnya tidak mengelola dana klien dan memiliki akses langsung untuk jual beli saham di rekening dana nasabah. Sementara itu pihak yang bisa mengelola dana nasabah harus mengantongi izin sebagai Manajer Investasi (MI). Tujuan dan kondisi keuangan dapat berubah sewaktu-waktu, oleh karena itu penting untuk memiliki kontrol atas keputusan finansial kita.

    Mengutip analisis tim Lifepal, Sabtu, 25 Juli 2020, sebagai klien perencana keuangan, masyarakat seharusnya menggunakan kesempatan ini untuk belajar dengan panduan dari perencana keuangan. Akan tetapi, tetap melakukan segala keputusan finansial secara mandiri tanpa paksaan atau kendali dari pihak manapun.

    Terlepas dari pengelolaan transaksi saham, perencana keuangan seharusnya mengerti dengan baik konsep diversifikasi portofolio investasi. Artinya, seseorang harus menyebarkan investasi pada beberapa instrumen investasi atau saham agar mengurangi risiko kerugian dikarenakan saham atau perusahaan tertentu. Oleh karena itu, investor biasanya menyebar investasi mereka ke lima hingga 15 perusahaan.

    Kita tidak pernah tahu bagaimana berbagai faktor eksternal maupun internal dapat memengaruhi performa dan harga saham sebuah perusahaan. Sebab, perubahan kebijakan pemerintah, bencana alam, wabah, pandemi, keputusan manajemen, dan berbagai faktor lainnya dapat meningkatkan atau menurunkan nilai saham secara drastis.

    Melihat dari kasus Yakobus Alvin, diketahui bahwa sebesar 73,3 persen dari total portofolio diinvestasikan pada satu perusahaan saja. Hal ini tentunya bukan hal yang tepat untuk dilakukan, karena memiliki risiko yang sangat besar. Adapun setiap orang memiliki tingkat kapasitas risiko yang berbeda, karena bisa saja dana investasi itu dibutuhkan untuk tujuan finansial tertentu.

    Tujuan finansial dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan jangka waktu. Untuk tujuan keuangan jangka pendek biasanya akan dicapai dalam 1-2 tahun. Untuk jangka menengah biasanya untuk jangka waktu 2-5 tahun, dan untuk tujuan jangka panjang biasanya akan dicapai dalam jangka waktu lebih dari lima tahun.

    Penempatan investasinya tentu akan disesuaikan dengan jangka waktunya. Untuk tujuan keuangan jangka pendek biasanya ditempatkan di instrumen berisiko rendah seperti deposito atau obligasi negara, sedangkan tujuan jangka panjang dapat ditempatkan pada instrumen dengan keuntungan besar dan risiko besar seperti saham.

    Dalam berinvestasi, investor juga tentunya memiliki batas toleransi tentu dalam menghadapi kerugian. Investor seharusnya memiliki pilihan untuk cut-loss, artinya menghentikan kerugian pada batasan tertentu. Jika dianggap batas toleransi/kapasitas adalah 20 persen, maka investor memiliki pilihan untuk melepas investasi saham di situasi merugi. Hal ini tentunya dengan merujuk pada pertimbangan matang lainnya.

    Hal lain yang menjadi pertimbangan berikutnya adalah likuiditas, atau volume transaksi. Ketika berinvestasi, salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah seberapa besar volume transaksi jual-beli lembar saham yang bisa ditransaksikan di dalam kurun waktu tertentu. Volume transaksi yang kecil dapat mengakibatkan fluktuasi nilai yang sangat besar. Nilai saham dapat meningkat atau menurun sangat drastis dengan angka transaksi yang kecil.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id