Badan Litbang Pertanian Kembangkan Selai Kulit Jeruk Kaya Nutrisi

    Ilham wibowo - 01 Juli 2020 12:49 WIB
    Badan Litbang Pertanian Kembangkan Selai Kulit Jeruk Kaya Nutrisi
    inovasi olahan selai kulit jeruk - - Foto: Badan Litbang Pertanian
    Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) membuat inovasi olahan kulit jeruk yang bisa dikonsumsi tanpa rasa pahit. Kandungan nutrisi tersebut kini bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk peluang bisnis.

    Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry mengatakan produk olahan jeruk yang diracik bersama kulit tersebut diberi nama Marmalade. Produk ini memiliki tekstur seperti selai dengan sensasi potongan kulit jeruk.

    Proses pembuatannya mudah dengan bahan utama jeruk yang dipotong bersama kulitnya lalu dicampur dengan gula pasir, pengental, carboxy methyl celullosa (CMC), dan asam sitrat. Setelah dipanaskan hingga mengental lalu bisa langsung dikemas dan di pasteurisasi.

    "Marmalade memiliki rasa manis dan pahit khas jeruk yang pas. Rasa pahit yang ditimbulkan senyawa flavonoid dan limonoid tidak begitu dominan karena telah diikat oleh CMC, salah satu ingredient hidrokoloid yang ditambahkan," kata Fadjry melalui keterangan tertulis, Rabu, 1 Juli 2020.

    Besarnya manfaat buah jeruk bagi kesehatan diharapkan bisa menggugah kesadaran masyarakat untuk lebih menyukai olahan jeruk seperti Marmalade. Apalagi saat musim panen, produksi jeruk melimpah sehingga kerugian akibat merosotnya harga jeruk dapat dihindari.

    "Di kalangan masyarakat Marmalade sudah mulai popular meski baru dijumpai hanya di supermarket tertentu dan beberapa hotel," ujarnya.

    Fadjry memaparkan senyawa flavonoid dan limonoid yang terkandung di dalam kulit jeruk bermanfaat sebagai imunomodulator atau peningkat imunitas, anti-inflamasi, dan antioksidan. Hasil karakterisasi Balitbangtan terhadap senyawa flavonoid khususnya naringin dan senyawa limonoid pada buah jeruk menunjukkan kedua senyawa tersebut berkhasiat antioksidan.

    "Hasil uji coba pada hewan, kedua senyawa itu mampu menghambat pertumbuhan sel tumor pada kolon, mengontrol gula darah, trigliserida dan kolesterol. Trigliserida dan kolesterol diikat dan kemudian dibuang lewat kotoran," paparnya.


    Penelitian lain menunjukkan limonin bersifat bioaktif yang dapat menyembuhkan penyakit berbahaya seperti kanker payudara dan kanker ovarium. Limonin juga dapat menghambat perbanyakan virus HIV, sebagai detoksifikan, antimalaria, antimikroba, dan menurunkan kolesterol.

    Kepala BB Pascapanen Prayudi Syamsuri menambahkan saat ini Marmalade jeruk sudah dalam pendaftaran paten dan akan diadopsi oleh mitra yaitu CV Promindo Utama yang berbasis di Cirebon. Adanya mitra yang sudah siap memasarkan diharapkan produk ini akan segera dapat dinikmati oleh masyarakat.

    "Terlebih di tengah pandemi covid-19 seperti saat ini, daya tahan tubuh yang kuat mampu menangkal serangan virus," ujarnya. 



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id