Tekan Biaya Logistik

    Insentif Rp400 Miliar Mengucur ke Tol Laut

    Ade Hapsari Lestarini - 06 Maret 2020 09:40 WIB
    Insentif Rp400 Miliar Mengucur ke Tol Laut
    Ilustrasi kapal tol laut. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.



    Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memberikan tax allowance dan tax holiday lebih panjang kepada industri-industri yang dibangun di Indonesia timur.

    Demikian disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut B. Pandjaitan saat memberi pernyataan di Istana Negara, Jakarta.

     



    "Ini untuk memenuhi kebutuhan Indonesia timur. Sehingga bisa jangan terlalu banyak dari Jawa diangkut ke sana lagi, karena cost," kata dia.

    Pemberian insentif ini diharapkan dapat menekan biaya logistik serta mengurangi pengiriman barang dari Indonesia barat.

    "Tahun ini subsidi untuk itu dikeluarkan kira-kira Rp400-an miliar," ujar Luhut, seperti dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet, Jumat, 6 Maret 2020.

    Nantinya, pemberian insentif ini tidak hanya diberikan dari pelabuhan ke pelabuhan, tapi juga sampai kepada penerima.

    "Nah yang ketiga, yang keempat, nanti yang menjadi agen melakukan distribusi barang ini tidak hanya satu, kita paling tidak dua atau tiga, sehingga dengan demikian tidak ada nanti monopoli oleh satu perusahaan," kata Luhut.

    Menurut dia, keberadaan tol laut dirasakan sangat banyak manfaatnya, sehingga trayeknya akan ditambah menjadi 26. Jokowi pun mengingatkan bahwa tujuan adanya tol laut adalah mengurangi disparitas harga, baik antarwilayah, antarpulau, antardaerah, serta memangkas biaya logistik yang mahal.

    Baca: Pendapatan Tol Laut Menggenjot Perekonomian Daerah

    "Namun saya terima informasi dari lapangan bahwa biaya pengiriman logistik antardaerah masih mahal," tutur Jokowi.

    Dia memberikan contoh seperti biaya pengiriman dari Jakarta ke Padang, Jakarta ke Medan, Jakarta ke Banjarmasin, serta Jakarta ke Makassar jauh lebih mahal dibandingkan biaya pengiriman dari Jakarta ke Singapura, Jakarta ke Hong Kong, Jakarta ke Bangkok, dan Jakarta ke Shanghai.

    "Begitu pula biaya pengiriman dari Surabaya ke Makassar jauh lebih tinggi dibandingkan dari Surabaya ke Singapura. Inilah yang harus dibenahi bersama sehingga tujuan awal dari tol laut untuk menekan disparitas harga antarwilayah akan bisa kita capai," tutur Jokowi.

    Maka dari itu ada dua hal yang menjadi fokus bersama, yakni mengontrol dan membuat tol laut semakin efisien. Dia ingin biaya logistik antardaerah antarwilayah antarprovinsi harus bisa diturunkan.

    "Saya minta masalah ini dilihat secara detail dan komprehensif apakah masalahnya di pelabuhan, misalnya urusan dengan dwelling time atau ada praktik monopoli di dalam transportasi dan distribusi barang sehingga biaya logistik tidak efisien," ujarnya.

    Selain itu, Jokowi juga mendapatkan laporan biaya yang sulit turun karena tidak seimbang, terutama dari wilayah timur. Adapun jumlah muatan barang yang diangkut dari barat ke timur penuh, tapi begitu dari timur kembali ke barat muatannya jauh berkurang.

     

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id