Ekspor Petrokimia Gresik Tidak Terganggu Pandemi

    Antara - 16 Juni 2020 20:25 WIB
    Ekspor Petrokimia Gresik Tidak Terganggu Pandemi
    Ekspor Petrokimia Gresik tidak terganggu pandemi. Foto: Dok. Petrokimia Gresik
    Gresik: Capaian ekspor Petrokimia Gresik pada semester I/2020 sebesar 58 persen, atau telah mengekspor pupuk sebanyak 253 ribu ton, terdiri dari NPS 175 ribu ton dan Urea 78 ribu ton, ke India dan Meksiko.

    "Capaian ini meningkat 10 persen dari realisasi tahun 2019. Dimana pada tahun ini kami menargetkan ekspor pupuk ZK, NPK, NPS dan Urea sebanyak 435 ribu ton," kata Direktur Permasaran Petrokimia Gresik, Digna Jatiningsih seperti dilansir Antara, Selasa, 16 Juni 2020.

    Digna mengaku bersyukur, karena meski pandemi covid-19 melanda dunia saat ini, tidak begitu mengganggu kinerja ekspor, dan Petrokimia masih mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, terutama peningkatan kinerja ekspor nasional agar neraca perdagangan tetap surplus.

    "Ini sekaligus sebagai rekor baru untuk ekspor pupuk terbesar dalam sekali pengiriman, yaitu 50 ribu ton pupuk NPS ke India beberapa waktu lalu, dan menegaskan ekspor dilakukan setelah memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi domestik sesuai alokasi pemerintah," katanya.

    Oleh karena itu, Digna meminta petani dalam negeri tidak perlu khawatir, sebab Petrokimia tetap menjalankan kewajiban penyaluran pupuk bersubsidi sesuai alokasi pemerintah, dan menyediakan juga pupuk non-subsidi untuk kebutuhan yang tidak teralokasi pada skema subsidi.

    Sementara itu, terkait pengiriman pupuk ekspor yang melibatkan awak kapal asing, Petrokimia tetap menjalankan protokol pencegahan covid-19, termasuk di seluruh pelabuhan Petrokimia Gresik.

    "Ke depan, kami akan terus memperkuat penetrasi pasar internasional dengan menyasar negara-negara di luar Asia," tuturnya.

    Petrokimia, kata dia, saat ini memiliki 31 pabrik dengan kapasitas produksi sebesar 8,9 juta ton per tahun, terdiri dari lima juta ton pupuk dan 3,9 juta ton non-pupuk.

    Dari lima juta ton kapasitas produksi pupuk, sebesar 2,7 juta ton di antaranya adalah pupuk NPK dan NPS (terbesar di Indonesia).

    Dari jumlah tersebut, sebesar 2,2 juta ton digunakan untuk memenuhi alokasi pupuk NPK bersubsidi. Sedangkan selebihnya untuk memenuhi pasar komersil, baik retail maupun ekspor.

    "Keunggulan kompetitif dari Petrokimia Gresik adalah mampu memproduksi pupuk NPK dan NPS dengan formulasi sesuai kebutuhan konsumen, sehingga sangat customized," katanya.

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id