Tantangan Industri Batu Bara Makin Berat

    Suci Sedya Utami - 27 Oktober 2020 15:48 WIB
    Tantangan Industri Batu Bara Makin Berat
    Ilustrasi. Foto: AFP
    Jakarta: Direktur Jenderal Minerba Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ridwan Djamaluddin menyampaikan bahwa industri pertambangan batu bara tengah menghadapi tantangan yang berat.

    Ia mengatakan pandemi covid-19 mengakibatkan penurunan produksi nasional seiring dengan menurunnya permintaan batu bara dari pembangkit akibat konsumsi listrik yang menurun. Pandemi juga telah membuat harga batu bara merosot serta menyebabkan keterbatasan akses para pekerja di lapangan.

    "Ke depan, tantangan yang dihadapi industri pertambangan batu bara tidaklah mudah, khususnya di masa pandemi. Kita enggak tahu kapan ini akan berakhir, tapi kita harus tetap optimis dan terus berjuang," kata Ridwan dalam webinar bertajuk Batu Bara dalam Transisi Energi dan Bauran Energi Nasional, Selasa, 27 Oktober 2020.

    Ridwan mengatakan batu bara memang masih menjadi sumber utama energi nasional. Hal ini bisa terlihat dari produksi batu bara yang akan tembus lebih dari 600 juta ton per tahun di masa mendatang. Meskipun produksinya besar, namun sektor ini dihadapkan oleh isu lingkungan yang menjadi kampanye global. Batu bara dianggap sebagai energi yang kotor karena berdampak pada penciptaan polusi.

    Ridwan memahami hal tersebut lantaran di Indonesia pun batu bara yang digunakan merupakan yang berkalori rendah. Maka dari itu, kata Ridwan, sudah seharusnya industri batu bara berbenah untuk meningkatkan nilai tambah.

    "Kami dorong perusahaan-perusahaan batu bara untuk melakukan transformasi pengusahaan batu bara yang biasanya menjual coal untuk PLTU, menjadi produk yang memiliki nilai tambah yang diperlukan industri," tutur Ridwan.

    Penguatan teknologi menjadi kunci bagi industri ini untuk tetap bertahan di masa depan, apalagi dengan adanya tren penggunaan energi baru terbarukan (EBT) yang dianggap lebih ramah lingkungan. Ridwan yakin dengan memperkuat basis penggunaan teknologi akan mampu menekan dan mengurangi dampak lingkungan.

    Selain itu, lanjut Ridwan, harus dipastikan penambangan yang dilakukan juga menerapkan prinsip good mining practice serta memberikan manfaat sebesar-besarnya pada masyarakat di sekitar area tambang.

    "Sudah ada beberapa teknologi yang layak diusahakan untuk meningkatkan nilai tambah batu bara. Dalam konteks tantangan energi ke depan upaya-upaya peningkatan nilai tambah ini juga didorong untuk pemenuhan energi di masa mendatang," pungkas Ridwan.  
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id