Kementan Antisipasi Daging untuk Ramadan dan Idulfitri 2021

    Media Indonesia.com - 09 Februari 2021 12:17 WIB
    Kementan Antisipasi Daging untuk Ramadan dan Idulfitri 2021
    Ilustrasi penjual daging. Foto Medcom.id/Nia Deviyana.



    Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus berupaya mengantisipasi kebutuhan dan ketersediaan daging sapi/kerbau serta gejolak harga daging, khususnya saat Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2021.

    Kebutuhan daging sapi/kerbau secara nasional untuk 2021 mencapai 696.956 ton dengan perhitungan konsumsi per kapita 2,56 kg per tahun. Sementara ketersediaan daging sapi/kerbau lokal hanya 473.814 ton. Maka, kebutuhan dan ketersediaan daging sapi/kerbau nasional sepanjang 2021 masih memerlukan sebanyak 223.142 ton.






    "Kekurangan tersebut akan dipenuhi dari impor baik dalam bentuk sapi bakalan, bakalan yang dipotong dan impor daging sapi atau kerbau," ujar Direktur Jenderal PKH Nasrullah, dikutip dari Mediaindonesiacom, Selasa, 9 Februari 2021.

    Adapun impor yang akan dilakukan pemerintah,rinciannya yaitu dalam bentuk sapi bakalan sebanyak 502 ribu ekor, bakalan yang dipotong sebanyak 430 ribu ekor atau setara 96.367 ton dan impor daging sapi/kerbau sebanyak 185.500 ton.

    "Dari stok akhir 2021 ini, akan didapatkan sebanyak 58.725 ton untuk pemenuhan kebutuhan daging Januari sampai Maret 2022," jelas Nasrullah.

    Nasrullah juga mengimbau kepada para importir daging yang telah memperoleh rekomendasi dan izin agar segera merealisasikan impor daging sapi beku pada Maret, April, dan Mei 2021. Hal ini demi menjaga ketersediaan stok dan stabilisasi harga daging sapi/kerbau pada Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2021.

    "Kami meminta kepada importir untuk melaporkan rencana realisasi pemasukan daging sapi/kerbau selama 2021, dan khususnya untuk Maret, April, dan Mei 2021," imbuh Nasrullah.

    Menurut laporan dari para importir, per 28 Januari 2021, stok daging yang ada di importir swasta dan BUMN masih tersedia sebanyak 6.998,69 ton daging sapi/kerbau, termasuk 477,45 ton jeroan. Maka, realisasi pemasukan harus diperhatikan oleh importir demi meningkatkan stok gudang, khususnya untuk menghadapi puasa dan Lebaran 2021.

    Selain itu, karena umumnya masyarakat Indonesia memilih daging sapi segar, maka untuk kebutuhan puasa dan Lebaran importir diimbau agar dapat menyediakan potongan karkas impor dalam bentuk segar dingin (chilled) yang akan dijual ke pasar dalam bentuk daging sapi segar dengan harga yang lebih terjangkau.

    Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Syamsul Ma'arif juga meminta para importir daging berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam penyediaan daging sapi/kerbau dan mencegah gejolak harga daging saat Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2021.

    Diharapkan segera merealisasikan izin impor yang telah diberikan. Importir yang sudah pernah mengimpor dan saat ini masih memiliki izin impor potongan karkas daging sapi segar dingin (chilled) juga diiimbau agar segera merealisasikan impornya untuk menyediakan daging sapi segar saat Ramadan dan Hari Raya Idulfitri tahun ini.

    Selain itu, para importir juga diminta bekerjasama dengan pemerintah daerah agar dapat bersama-sama melakukan operasi pasar dalam rangka stabilisasi harga daging sapi/kerbau Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2021.

    "Kami juga ingin meminta dukungan dan komitmen dari semua unsur untuk bersama-sama mengantisipasi ketersediaan dan mencegah terjadinya gejolak harga daging. Kami juga menerima masukan dan usulan konkret dari seluruh pihak dalam upaya menjaga ketersediaan daging," tutur Syamsul.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id