Pemerintah Diminta Terapkan Penyederhanaan Tarif Cukai Rokok

    Eko Nordiansyah - 21 Oktober 2020 21:04 WIB
    Pemerintah Diminta Terapkan Penyederhanaan Tarif Cukai Rokok
    Ilustrasi industri rokok. Foto: Antara/Seno
    Jakarta: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan kepada pemerintah Indonesia untuk melakukan penyederhanaan struktur tarif cukai tembakau. Upaya ini dimaksudkan untuk menurunkan jumlah perokok dan mengurangi dampak negatif konsumsi tembakau.

    Head of Fiscal Policies for Health Unit-Health Promotion Department WHO Quarter Jeremias N Paul mengatakan, salah satu kebijakan pengendalian tembakau yang paling efektif adalah menyederhanakan struktur cukainya. Tidak hanya tarif cukai, namun struktur cukai juga berpengaruh.

    "Di Indonesia struktur cukainya sangat kompleks selama bertahun-tahun dan ini tidak sesuai dengan praktik terbaik dalam kebijakan cukai tembakau," kata dia dalam seminar daring 'Teka-Teki Cukai di Masa Pandemi', Rabu, 21 Oktober 2020.

    Paul mengatakan, kebijakan cukai tembakau sebaiknya bersifat spesifik dengan struktur cukai yang sederhana. Hal ini akan membuat keterjangkauan masyarakat terhadap rokok makin rendah, termasuk melindungi penerimaan negara.

    "Struktur cukai tembakau yang kompleks merusak tujuan penerimaan negara dan kesehatan masyarakat. Dan pada saat yang sama gagal melindungi sektor padat karya dan pasar sigaret kretek tangan yang kini makin tenggelam karena perubahan preferensi pasar," ungkap dia.

    Untuk itu, Paul mendorong agar penerapan kebijakan cukai tembakau sebaiknya dilaksanakan secara efektif. Penerimaan negara yang meningkat dapat menjadi fasilitas dan investasi yang lebih tepat untuk meningkatkan jaminan kesehatan nasional dan kehidupan petani dan pekerja.

    Bank Dunia sebelumnya juga menyatakan bahwa penyederhanaan struktur tarif cukai tembakau dapat menjadi salah satu solusi bagi negara untuk mencapai tujuan kesehatan masyarakat khususnya di masa pandemi covid-19.

    Lead Economist World Bank Indonesia Frederico Gil Sander mengatakan, Salah satu cara menavigasi kesehatan masyarakat di masa pandemi adalah dengan memiliki sistem kesehatan yang mumpuni. Apalagi selama pandemi, belanja negara untuk pelayanan kesehatan sangat besar dan dananya diperoleh dari utang.

    “Navigasi ekonomi terkait kurva utang negara harus dikelola dengan cara mengeliminasi subsidi pada sektor tertentu dan meningkatkan pendapatan negara melalui reformasi dengan meningkatkan pajak tembakau, plastik, dan produk tinggi gula,” ujar Sander.

    Salah satu cara yang dapat dilakukan pemerintah adalah mereformasi sistem cukai dengan cara menerapkan simplifikasi struktur tarif cukai tembakau. Simplifikasi tidak hanya akan menambah penerimaan negara, tetapi juga menekan prevalensi perokok di Indonesia. 

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id