UMKM Riau Produksi Ikan Sarden untuk Bangkit saat Pandemi Covid-19

    Antara - 20 Oktober 2020 18:58 WIB
    UMKM Riau Produksi Ikan Sarden untuk Bangkit saat Pandemi Covid-19
    Perikanan. Foto : MI.
    Pekanbaru: Seorang ibu rumah tangga bernama Yulianti, sukses merintis usaha pengolahan ikan sarden yang sudah terjual lebih dari 10 ribu bungkus selama pandemi covid-19, di Kota Pekanbaru, Riau.

    "Alhamdulillah hasil penjualan ikan sarden ini bisa membantu biaya pendidikan tiga anak saya," kata Yulianti, dikutip dari Antara, Selasa, 20 Oktober 2020.

    Perempuan yang akrab disapa Yuli ini mulai merintis usaha ikan sarden sejak 5 Oktober 2019. Usaha skala rumah tangganya ini diberi nama Mommy Sarden AS2 dengan andalan dua rasa yakni rasa original dan rasa pedas.

    Awal merintis usaha, ibu muda ini, cukup kesulitan mencari pasar, dikarenakan ikan sarden belum terlalu dikenal di tengah masyarakat. Ditambah lagi, memasuki 2020 pandemi covid-19 mulai mencapai Pekanbaru.

    Namun, kondisi itu tidak menyurutkan Yuli untuk mengembangkan usahanya, ia malah lebih gigih untuk memasarkan ikan sarden produknya hingga menjadi berkembang sampai saat ini.

    Produk sardennya kini bisa dijumpai di berbagai tempat perbelanjaan, mulai dari pasar swalayan besar, hingga gerai oleh-oleh di Kota Pekanbaru. Selain itu, ia juga memasarkan produknya melalui jaringan media sosial.

    Yuli masih bisa bersyukur, di masa pandemi ini bisa memperoleh penghasilan berkat penjualan ikan sarden. Apalagi ketika hasil pekerjaan dari suaminya yang merupakan pegawai swasta, menurun akibat terdampak covid-19.

    Menurut dia, setiap bulan ia biasa membeli 150 kilogram (kg) ikan serai di pasar tradisional untuk diolah menjadi ikan sarden dalam bentuk kemasan. Dari jumlah tersebut, ia bisa memperoleh hasil sebanyak 300 hingga 500 bungkus.

    Proses pengolahannya, Yuli meracik ikan serai itu dengan berbagai campuran resep bumbu, yakni, tomat, bawang merah, bawang putih, garam, dan bumbu lainya. Setelah itu, dikemas dalam plastik ukuran 425 gram. Sejak ia memulai usahanya hingga Agustus 2020, sarden yang ia jual sudah lebih dari 10 ribu bungkus.

    Ikan sarden produksi rumah tangga yang dikelola Yuli, berbahan dasar ikan sarai, rasa dagingnya segar, khas rasa ikan laut, tanpa memakai bahan pengawet. Meski demikian, sarden ini bisa bertahan selama tiga bulan, apabila disimpan di dalam kulkas dengan suhu 18 derajat celcius.

    "Produk Mommy Sarden AS2 sudah ada izin dari BPOM. Saat ini sedang mengurus sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia," ujarnya.

    Harga ikan sarden olahannya dibanderol Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kg. Dari usahanya. itu, ia mengaku bisa meraup keuntungan berkisar Rp5 juta hingga Rp10 juta per bulan. Yuli sangat berharap kepada pemerintah agar bisa memfasilitasi atau memberikan dukungan.

    Menanggapi hal itu, Gubernur Riau, Syamsuar, mengatakan, di Riau sudah banyak menghasilkan produk berkualitas dan bisa untuk dipasarkan ke tingkat nasional.

    "Untuk itu kita akan upayakan bisa dibantu dengan maksimal untuk memfasilitasi pemasaran tersebut juga bisa dari berbagai cara yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh Pemprov Riau pada UMKM di Riau. Salah satunya masuk pemasaran melalui sistem online jualBuy yang merupakan e-commerce buatan asli anak jati Riau dan sudah berskala nasional," kata Syamsuar.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id