Genjot Produktivitas Pertanian, Pupuk Indonesia Kebut Program Agro Solution

    Husen Miftahudin - 08 April 2021 20:24 WIB
    Genjot Produktivitas Pertanian, Pupuk Indonesia Kebut Program Agro Solution
    Ilustrasi. Foto: Dok. Pupuk Indonesia



    Jakarta: PT Pupuk Indonesia (Persero) terus mengembangkan program Agro Solution guna mendorong produktivitas pertanian. Program ini pun dinobatkan sebagai 'The Best Innovation in Social Business Model' karena dinilai paling banyak memberikan kontribusi bagi pemulihan ekonomi di tengah pandemi covid-19.

    Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman mengatakan Agro Solution merupakan upaya perusahaan menjawab kebutuhan petani. Melalui program ini perusahaan berusaha meningkatkan produktivitas pertanian, menambah penghasilan petani, serta mengedukasi petani.






    "Kami memberikan pendampingan secara komprehensif dalam budidaya tanaman padi oleh petani, baik melalui kegiatan off farm maupun on farm, dan melibatkan multi stakeholder," ujar Bakir dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 8 April 2021.

    Pada kegiatan off farm, lanjut Bakir, program Agro Solution memberikan akses permodalan kepada petani melalui perbankan, jaminan atas risiko gagal panen oleh perusahaan asuransi, serta kepastian pembelian hasil panen oleh trader atau offtaker.

    Sedangkan di on farm, Pupuk Indonesia menyediakan produk input pertanian nonsubsidi berkualitas, baik pupuk, benih, pestisida, dan lain sebagainya. Di samping itu juga memberikan kawalan teknologi dan bimbingan teknis budidaya pertanian.

    Bakir mengungkapkan, sejauh ini pilot project program Agro Solution telah membukukan hasil positif di Banyuwangi, Jember, Bima, Dompu, Ponorogo, Magetan, Madiun, dan Tuban. Di wilayah-wilayah tersebut, program Agro Solution telah dilaksanakan di 2.815 hektare lahan dan melibatkan 2.078 orang petani.

    Tercatat, terjadi peningkatan rata-rata panen gabah kering sebesar 55,8 persen dan jagung kering sebesar 45 persen pada wilayah-wilayah tersebut. Keuntungan petani pun mengalami peningkatan keuntungan dari panen gabah kering sebesar 91 persen dan dari jagung kering sebesar 60 persen.

    "Program ini merupakan langkah nyata perusahaan mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani," tandas Bakir.

    Program Agro Solution diluncurkan Pupuk Indonesia di Kabupaten Jember pada 5 November 2020 lalu. Pupuk Indonesia menargetkan Agro Solution bisa dilaksanakan di lahan seluas 50 ribu hektare pada 2021.

    Target tersebut dilaksanakan oleh lima anggota holding, yaitu Petrokimia Gresik dengan target lahan 16 ribu hektare, Pupuk Kalimantan Timur 12 ribu hektare, Pupuk Kujang 10 ribu hektare, Sriwidjaja Palembang 8.000 hektare, dan Pupuk Iskandar Muda 4.000 hektare. Saat ini, Agro Solution telah dilaksanakan pada 10.861 hektare lahan di berbagai wilayah Indonesia.

    "Faktor utama keberhasilan program ini adalah pendampingan atau kawalan teknologi. Dengan adanya peningkatan produktivitas secara signifikan, serta akses permodalan dan pasar yang dipermudah, maka pendapatan petani meningkat sehingga petani tidak lagi tergantung pada pupuk bersubsidi," tutup Bakir.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id