Ekspansi dan Efisiensi, Cara PGN Jaga Kinerja di Tengah Pandemi

    Suci Sedya Utami - 13 April 2021 13:38 WIB
    Ekspansi dan Efisiensi, Cara PGN Jaga Kinerja di Tengah Pandemi
    Ilustrasi jaringan gas PGN. Foto: Dok.MI



    Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mendorong ekspansi dan efisiensi dalam menjaga kinerja bisnis maupun operasioal di masa pandemi covid-19.

    Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama mengatakan dengan upaya tersebut, PGN optimistis kinerja bisnis perusahaan pada 2021 akan terus membaik.

     



    "Selain pemulihan ekonomi akibat pandemi covid-19 yang diperkirakan berjalan lebih cepat, beroperasinya sejumlah infrastruktur pipa gas bumi akan menjadi penopang penguatan bisnis perseroan,” kata Rachmat dalam keterangan resmi, Selasa, 13 April 2021.

    Beberapa proyek infrastruktur yang bakal menjadi katalis pertumbuhan bisnis PGN di antaranya adalah pembangunan pipa minyak ke Blok Rokan di Riau. Dengan panjang kurang lebih 367 KM, pipa ini berpotensi mengangkut minyak kurang lebih 200 ribu hingga 265 ribu barel per hari dan ditargetkan akan komersial pada akhir 2021.

    Pipa minyak Rokan merupakan salah satu proyek energi terbesar dengan efisiensi anggaran sebesar Rp2,1 triliun. Kehadiran jaringan pipa minyak Rokan juga akan memperkuat portofolio dan meningkatkan pendapatan transportasi migas perseroan, meningkatkan lifting dari Blok Rokan, serta mendorong tingkat efisiensi biaya pelaksanaan proyek strategis nasional.

    Proyek infrastruktur transmisi lain yang berpotensi menjadi backbone baru bagi pemanfaatan gas bumi adalah selesainya pembangunan pipa gas transmisi Gresik-Semarang oleh PT Pertagas. Ruas ini ditargetkan dapat merealisasikan kepastian penyaluran pasokan gas bumi di Jawa Tengah. Jaringan pipa transmisi ini memiliki panjang 267 KM dengan kapasitas pengaliran gas maksimal sekitar 400 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

    Kemudian interkoneksi pipa South Sumatera West Java (SSWJ) dan pipa West Java Area (WJA) yang akan melayani Kilang Balongan dan sejumlah industri besar seperti Krakatau Steel, Pupuk Kujang, serta Bekasi Power. Integrasi infrastruktur ini akan dapat mendorong efisiensi biaya investasi dan operasi, serta memperluas penyaluran gas ke wilayah-wilayah baru di Jawa bagian barat.

    Saat ini PGN juga tengah menyelesaikan proyek interkoneksi Pipa Gresik-Semarang (Gresem) dengan Pipa Kalimantan Jawa Gas (Kalija). Interkoneksi ini akan bermanfaat untuk menjangkau pengguna gas bumi sektor komersial industri lebih luas lagi, sehinga pengembangan niaga gas bumi dengan berbagai moda baik pipa, CNG, dan LNG dapat mempermudah akses gas bumi di wilayah Jateng.

    "PGN telah membangun dan mengoperasikan lebih dari 90 persen infrastruktur gas bumi di Indonesia. Dengan kekuatan itu, PGN akan lebih agresif untuk menjangkau pelanggan-pelanggan baru guna meningkatkan volume penjualan gas perseroan. Target kami hingga 2026, penjualan gas bumi PGN naik 10-15 persen," kata Rachmat.

    Ekspansi bisnis lainnya yakni proyek gasifikasi kilang Pertamina guna mengoptimalisasi penyaluran pasokan gas ke kilang Pertamina agar dapat meningkatkan nilai keekonomian dan mencapai efisiensi energi.

    Total volume penyaluran potensial sekitar 90 british thermal unit per day (BBTUD) atau setara dengan 16,4 ribu BOEPD, terdiri dari lima lokasi kilang yaitu Balongan, Balikpapan, Cilacap, Kilang TPPI, dan  Tuban.

    "Pada proyek gasifikasi RDMP Cilacap, PGN tengah menyiapkan pembangunan LNG regasifikasi small land based di RU IV Cilacap dan ditargetkan beroperasi pada semester II-2022. Selain itu, infrastruktur Pipa Gas Senipah-Balikpapan dibangun untuk memenuhi kebutuhan Kilang Balikpapan dalam jangka panjang," jelas Rachmat.

    Sedangkan dalam rangka membantu pemerintah dalam peningkatan pemanfaatan gas bumi di sektor pembangkit yang akan meningkatkan efisiensi produksi listrik, PGN tengah melaksanakan proyek regasifikasi LNG untuk 52 pembangkit listrik PLN dengan estimasi kapasitas pembangkit sebesar ±1,8 gigawatt (GW). Guna pemerataan akses gas bumi, pembangunan jargas rumah tangga dengan dana APBN sebanyak 120.776 SR di 21 kota/kabupaten.

    PGN juga terus melakukan evaluasi terhadap pembiayaan proyek-proyek infrastruktur yang sedang direncanakan maupun sudah dibangun. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap proyek mampu meraih skala ekonomi yang optimal dengan pembiayaan yang efisien.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id