Mendag: Pengusaha Pemula Pasti Bisa Ekspor

    Ilham wibowo - 14 Oktober 2020 20:37 WIB
    Mendag: Pengusaha Pemula Pasti Bisa Ekspor
    Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. Foto: Medcom.id/Desi Angriani
    Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengajak pelaku usaha yang punya komitmen kuat dalam pengembangan bisnisnya untuk melakukan ekspor. Program pendampingan bakal diberikan bagi para pemula.

    Program pendampingan eksportir yang diadakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah berhasil membawa pelaku usaha asal Jawa Timur melakukan ekspor perdana secara mandiri di tengah kondisi ketidakpastian global akibat pandemi covid-19.

    Pelaku usaha tersebut yaitu PT Demapra Mega Perkasa yang mengekspor produk kopi Arabika sebanyak satu kontainer senilai USD106 ribu ke Amerika Serikat dan CV Hortindo Agrokencana dengan produk ubi beku senilai USD35 ribu ke Jepang.

    Menurut Agus, capaian ini merupakan hasil menggembirakan dari partisipasi keduanya pada program pendampingan melalui Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (BBPPEI), Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur.

    "Keberhasilan ini merupakan hasil dari komitmen kuat serta kerja keras pelaku usaha. Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi pelaku usaha Indonesia lainnya untuk memperluas jangkauan produknya ke pasar global," kata Agus melalui keterangan tertulis, Rabu, 14 Oktober 2020.

    Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kasan menyampaikan bahwa program pendampingan ekspor merupakan kegiatan pembinaan UKM selama setahun. Para peserta memperoleh pengetahuan ekspor secara komprehensif dan memiliki kesempatan menjalin jaringan dalam perdagangan internasional.

    "Pada program tersebut, pelaku usaha mendapat bimbingan mengenai tata cara ekspor dan informasi mengenai negara tujuan ekspor. Di samping itu, para peserta dapat membuka peluang di negara tujuan ekspor didampingi praktisi pelaku ekspor," ujar Kasan.

    Kepala Balai Besar BBPPEI Noviani Vrisvintati menambahkan, program pendampingan ekspor untuk wilayah Jawa Timur saat ini sudah memasuki tahap keempat yaitu pendampingan produk, dari delapan tahapan yang direncanakan.

    Peningkatan yang harus dilakukan yakni kualitas produk; perbaikan manajemen produksi, daya saing produk, desain dan kemasan produk untuk tujuan ekspor; serta pengembangan tim ekspornya.

    "BBPPEI akan terus mendampingi, membantu, mendorong, dan memberikan fasilitas kepada para pelaku usaha potensial ekspor guna meningkatkan kesiapan ekspor dan pencapaian transaksi ekspor. Hal ini diharapkan dapat mendukung peningkatan ekspor nasional," ungkap Noviani.

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id