BI: QRIS Ujung Tombak Dorong Digitalisasi UMKM

    Antara - 08 Oktober 2020 10:04 WIB
    BI: QRIS Ujung Tombak Dorong Digitalisasi UMKM
    Ilustrasi. FOTO: Dok MI/PANCA SYURKANI
    Makassar: Kepala perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Bambang Kusmiarso mengatakan sistem pembayaran digital melalui QR Code Indonesia Indonesian Standard (QRIS) menjadi ujung tombak dalam mendorong digitalisasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

    Hal itu dikemukakan Bambang pada pembukaan Anging Mammiri Creative Festival (AMCF) di Makassar, dikutip dari Antara, Kamis, 8 Oktober 2020. Dia mengatakan, UMKM harus melakukan transformasi sesuai tantangan di lapangan, termasuk dari segi pemasaran dan pembayaran yang saat ini dituntut secara digital.

    Karena itu, lanjut dia, UMKM harus didorong bersama agar lebih cepat beradaptasi dengan kebiasaan baru (normal baru) yang mengedepankan menjaga jarak sosial pada masa pandemi covid-19.

    Menurut dia, program on boarding UMKM akan menghadirkan nilai tambah, sehingga UMKM lebih sukses lagi dengan dukungan kemampuan digitalisasi dengan tujuan akhir mampu bersaing di pasar global.

    Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut Bambang, BI turut berperan melebarkan peluang melalui pemanfaatan media digital mengatasi permasalahan akses pemasaran dengan sistem pembayaran digital. Hal itu dinilai penting dilakukan mengingat UMKM pada masa pandemi ini adalah salah satu pilar yang dapat memacu pemulihan ekonomi nasional.

    Adapun dukungan untuk membangkitkan kembali pelaku UMKM ini maka sinergitas antara BI, Dekranasda, dan Pemprov Sulsel bersama-sama menggelar AMCF dengan melibatkan para pelaku UMKM di Sulsel.

    Pada kegiatan AMCF tersebut, selain para pelaku UMKM menawarkan produk unggulannya melalui pameran, juga dilakukan business coaching untuk mendukung UMKM lebih produktif lagi dan mampu menembus pasar global.

    Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah pada kesempatan tersebut memberikan apresiasi pada BI Sulsel yang terus-menerus membantu mendorong perekonomian di Sulsel dengan pendampingan kepada petani, nelayan dan juga UMKM.

    Kendati diakui pada dua kuarta 2020 pertumbuhan ekonomi Sulsel sempat terkoreksi sebagai dampak dari pandemi covid-19, namun Nurdin optimistis pada triwulan tiga dan empat pertumbuhan ekonomi Sulsel sudah kembali plus.

    Apalagi sebelumnya pertumbuhan ekonomi Sulsel dalam lima tahun berturut-turut selalu mencapai di atas tujuh persen atau di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya sekitar lima persen.
     

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id