comscore

Waspada Pemalsuan Merek saat Berbelanja Online

Angga Bratadharma - 31 Desember 2021 08:42 WIB
Waspada Pemalsuan Merek saat Berbelanja <i>Online</i>
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Jakarta: PT Millionaire Group Indonesia (MGI) melaporkan pelaku yang diduga melakukan tindak pidana pemalsuan merek atas kalung pendant MCI di Polda Metro Jaya. Upaya hukum ini ditempuh lantaran PT MGI sudah menderita kerugian miliaran rupiah akibat penjualan produk palsu bermerek MCI yang juga berimbas pada omzet yang menurun.

MGI melalui kuasa hukumnya Beny Nurhadi dan Deny Mulyana Suhanda dari Kantor Hukum Solusi Law Office mengatakan hasil temuan di pasar daring dan marketplace terpantau setiap hari pelaku bertambah memperdagangkan produk-produk palsu bermerek
"Dan ada juga pelaku yang berani mengatasnamakan produk yang mereka jual adalah merek MCI asli. Imbasnya, terjadi penurunan omzet yang tajam," ujar Beny Nurhadi dan Deny Mulyana Suhanda, SH dari kantor hukum Solusi Law Office di Jakarta, Kamis, 30 Desember 2021.

Laporan tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP/7422/XII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tanggal 14 Desember 2020 tersebut sebagai tindak lanjut atas surat aduan pemalsuan merek tertanggal 9 Nopember 2020 oleh Direktur PT MGI yaitu Yohan Wibisono.

Sementara itu, belanja online dari waktu ke waktu terus marak dilakukan masyarakat seiring adanya perubahan perilaku untuk terus mengakses digital. Kondisi tersebut juga didorong oleh pandemi covid-19 yang mengharuskan aktivitas dibatasi atau meminimalisir pertemuan secara fisik.

Peningkatan transaksi digital bisa dilihat dari transaksi Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2021 membukukan nilai sebesar Rp18,1 triliun. Dari jumlah tersebut, transaksi produk lokal mendominasi dengan raihan Rp8,5 triliun, atau naik 52 persen dari tahun lalu.
 
Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Bima Laga mengungkapkan capaian tersebut di atas target yang sebesar Rp13 triliun. Nilai transaksi ini tercatat dalam hasil survei NielsenIQ Indonesia. "Program Harbolnas terbukti sangat dinanti masyarakat, baik konsumen, juga pelaku usaha," kata Bima.

Director of NielsenIQ Indonesia Rusdy Sumantri memaparkan konsumen kian akrab dengan gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang memang menggaungkan keunggulan kualitas produk lokal.
 
Fesyen, produk kecantikan, dan perawatan tubuh menjadi tiga kategori utama yang menumbang besar dalam transaksi Harbolnas kali ini. Namun pertumbuhan dari kategori kuliner juga cukup besar, pun dengan kebutuhan sehari-hari.

Fakta menarik lainnya adalah transaksi dari luar Jawa juga mengalami peningkatan. Transaksi dari luar Jawa mengalami pertumbuhan sebesar 42 persen seiring dengan peningkatan infrastruktur internet.
 
"Pertumbuhan saat ini selaras dengan kenaikan pengguna internet di Indonesia yang mencapai 32 persen sehingga mendorong pertumbuhan online shopper yang juga naik sebanyak 88 persen," pungkas Rusdi.
 

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id